<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142485">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KERENTANAN SOSIAL, EKONOMI, FISIK DAN LINGKUNGAN KECAMATAN LHOONG, KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rusyda Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Informatika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bencana sering melanda Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, terutama pada tahun 2023 hingga pertengahan 2024, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan pemukiman. Dampak bencana tidak hanya berupa kerugian fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Meskipun Pemerintah Provinsi Aceh telah menyediakan peta risiko melalui InaRISK, detail peta tersebut kurang memadai di tingkat kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerentanan setiap bencana di Kecamatan Lhoong dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode indikator yang diadaptasi dari pedoman BNPB dan JICA 2015 dengan sedikit perubahan nilai ambang batas dan parameternya dari perka no. 2 tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kerentanan antar desa, Desa-desa seperti Pudeng, Pasi, dan Gleebruek memiliki tingkat kerentanan sosial tinggi, sementara Meunasah Lhok dan Gapuy rendah. Dalam aspek ekonomi, wilayah dengan kerentanan tinggi, termasuk sawah, perkebunan, dan tambak, mencakup 1.168,06 ha, sedangkan wilayah dengan kerentanan sedang mencapai 11.248,6 ha. Kerentanan fisik menunjukkan bahwa Desa Pasie dan Lamgeuriheu memiliki indeks tinggi, sementara Meunasah Lhok rendah. Kerentanan lingkungan secara keseluruhan berada pada tingkat sedang, dengan hutan dan vegetasi seluas 11.224,3 ha serta lahan pertanian dan non-vegetasi seluas 1.192,36 ha.&#13;
&#13;
Kata kunci : Bencana, kerentanan, SIG, Kecamatan Lhoong, BNPB, JICA&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-12 17:49:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 08:32:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>