<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142419">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN NORMALIZED DIFFERENCE  WATER INDEX (NDWI) DAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN SIMEULUE PRIODE 2003-2023</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amanda Arga Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Informatika</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Simeulue, terletak di pesisir Aceh, merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak gempa bumi besar pada 26 Desember 2004, yang diakibatkan oleh pecahnya megathrust Sunda. Gempa ini menyebabkan perubahan signifikan dalam elevasi tanah, baik berupa pengangkatan maupun penurunan, yang berdampak pada garis pantai wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Simeulue selama periode 2003 hingga 2023, dengan fokus pada dua periode utama, yaitu 2003-2013 dan 2013-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan penggunaan citra satelit Landsat 7, 8, dan 9, serta penerapan Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk mendelinasi garis pantai, yang mampu membedakan batas antara daratan dan perairan secara akurat. Selain itu, Digital Shoreline Analysis System (DSAS) digunakan untuk menghitung perubahan garis pantai dengan metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR).  Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada garis pantai akibat abrasi dan akresi yang terjadi di wilayah pesisir Simeulue selama 20 tahun. Analisis mendalam dari perubahan garis pantai diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan wilayah pesisir Simeulue secara berkelanjutan, serta memberikan dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam menjaga sumber daya pesisir.&#13;
&#13;
Kata kunci : Simeulue, Garis Pantai, Abrasi, Akresi, Landsat, NDWI, DSAS</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142419</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-11 21:36:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-12 09:37:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>