BUDAYA SUMANG DALAM TARI RESAM BERUME DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BUDAYA SUMANG DALAM TARI RESAM BERUME DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Nida Mupidah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing I
Nurlaili - 197506102006042001 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Cut Zuriana - 197801142006042002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006102030074

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1)., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

808.803 57

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata Kunci: Sumang, Resam Berume, budaya, Gayo

Penelitian ini berjudul “Budaya Sumang dalam tari Resam Berume di Kabupaten
Aceh Tengahâ€. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu perkembangan tari Resam
Berume pada tahun 1960, 2002 dan pada tahun 2016 dan apa saja ragam budaya
Sumang dalam tari Resam Berume. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu
observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua
sanggar Kuta Dance Teater dan ketua sanggar Pucuk Lemi. Objek dari penelitian ini
adalah budaya Sumang terhadap tari Resam Berume. Teknik analisis data dalam
penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sumang merupakan nilai-nilai masyarakat
yang tumbuh sejak keberadaan leluhur kelompok masyarakat yang bermukim di
dataran tinggi Gayo yang mengandung pengetahuan, keyakinan, nilai dan aturan
serta hukum yang menjadi pedoman bagi tingkah laku sosial di dalam kehidupan
masyarakat Gayo. Tari Resam Berume ini ada perkembangan dalam setiap gerak,
syair, pola lantai, busana dan tata rias bahkan panggung pertunjukan tetapi tidak
boleh meninggalkan tradisi masyarakat Gayo tersebut yaitu budaya Sumang. Ada
empat pantangan sikap atau disebut juga Sumang Opat (Sumbang Empat) yang
dilarang oleh masyarakat yaitu: Sumang Perceraken (Sumbang Perkataan), Sumang
Pelangkahen (Sumbang Perjalanan), Sumang Kenunulen (Sumbang Kedudukan) dan
Sumang Pergaulen (Sumbang Pergaulan). Tari Resam Berume ada terdapat Sumang,
yakni ragam gerakan-gerakan yang Sumang dilakukan, karena tidak sesuai dengan
adat dan istiadat Gayo. Ada 5 jenis ragam gerakan yang dilarang tersebut yaitu nama
gerakannya: gedep (main mata), gentot (menggerak-gerak pinggul secara berlebihan
atau sensual), lelih/cerel (ganjen atau mentel), lumpet (meloncat bagi perempuan)
dan teragong (loncat gaya kuda atau loncatan yang tidak bernilai estetik).


ABSTRACT Keywords: Sumang, Resam Berume, culture, Gayo This study is entitled "Sumang Culture in Resam Berume Dance in Central Aceh Regency". The formulation of the problem in this study is the development of Resam Berume dance in 1960, 2002 and in 2016 and what are the varieties of Sumang culture in Resam Berume dance. The method used in this study is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The subjects in this study were the head of the Kuta Dance Theater studio and the head of the Pucuk Lemi studio. The object of this study is Sumang culture towards the Resam Berume dance. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation and data verification. The results of the study indicate that Sumang Culture is the values of society that have grown since the existence of the ancestors of the community group who live in the Gayo highlands which contain knowledge, beliefs, values and rules and laws that serve as guidelines for social behavior in the lives of the Gayo community. This Resam Berume dance has developments in every movement, lyrics, floor patterns, costumes and make-up, even the performance stage, but it must not leave the tradition of the Gayo community, namely the Sumang culture. There are four taboo attitudes or also called Sumang Opat (SumbangEmpat) which are prohibited by the community, namely: Sumang Perceraken (Sumbang Perkataan), Sumang Pelangkahen (Sumbang Perjalanan), Sumang Kenunulen (Sumbang Kedudukan) and Sumang Pergaulen (Sumbang Pergaulan). The Resam Berume dance contains Sumang, namely the various movements that Sumang performs, because they are not in accordance with Gayo customs and traditions. There are 5 types of prohibited movements, namely the names of the movements: gedep (playing), gentot (moving the hips excessively or sensually), lelih/cerel (ganjen or mentel), lumpet (jumping for women) and teragong (horse style jump or jumps that have no aesthetic value).

Citation



    SERVICES DESK