<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142359">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN EKONOMI TEKNIK BUDIDAYA PADI DI KABUPATEN ACEH BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shafa Farrah Diva</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Aceh Barat salah satunya sektor pangan yaitu komoditas padi. Produksi padi di Aceh Barat dari tahun ke tahun mengalami penurunan diakibatkan karena lahan yang semakin sempit. Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi juga menjadi permasalahan petani di Aceh Barat. Rendahnya minat petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya terkait dengan biaya produksi dan harga pasar yang tidak dapat dikendali. Penelitian ini dilakuan di Kabupaten Aceh Barat di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kaway XVI, Samatiga, dan Arongan Lambale. Teknik yang digunakan yaitu quota sampling, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa teknik budidaya 3 memberikan peluang kelayakan ekonomi pendapatan petani paling tinggi pada musim rendengan yaitu Rp.29.600.000/MT dengan risiko kerugian paling kecil yaitu 2% dan pendapatan bersih tahunan Rp. 51.091.500/MT dengan risiko keruigan 5%, sedangkan pada musim gadu teknik budidaya 4 memiliki peluang kelayakan ekonomi pendapatan petani tertinggi yaitu Rp.51.667.200/MT namun memiliki risiko kerugian yang lebih besar dibandingan teknik budidaya 3 yaitu 30%. Hal ini terjadi karena pada teknik budidaya 3 petani sudah menggunakan bibit yang bersertifikat, melakukan pemupukan secara rutin sesuai dengan dosis yang sudah dianjurkan, dan melakukan penyiangan sebanyak 3 kali, dan belum menerapkan jarak tanam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - FOOD CROP</topic>
 </subject>
 <classification>633.18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-10 17:36:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-11 09:55:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>