Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ALAT MUSIK TRADISIONAL SULING GAYO DI DESA TOWEREN KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
Misdalina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006102030047
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
784.19
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci: Bentuk, alat musik, Suling Gayo.
Penelitian berjudul “Alat Musik Tradisional Suling Gayo di Desa Toweren Kecamatan
Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah”. Mengangkat masalah bentuk alat musik Suling
Gayo, teknik permainan alat musik Suling Gayo dan proses pembuatan Suling Gayo.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan bentuk alat musik tradisional
Suling Gayo, Mendeskripsikan teknik permainan alat musik Suling Gayo,
Mendeskripsikan proses pembuatan Suling Gayo. Manfaat peneliti menggunakan
manfaat teoritis dan manfaat praktis, Defenisi istilah yang di bahas yaitu mengenai
pengertian dari musik, Suling Gayo, Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan
data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. bentuk, dan teknik.
subjek dalam penelitian ini adalah Pemain suling gayo di Desa Toweren Kecamatan Lut
Tawar Kabupaten Aceh Tengah sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Suling
Gayo. Penelitian ini dilakukan di desa Toweren kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh
Tengah. Peneliti memilih lokasi penelitian di Desa Toweren yaitu ceh Yusuf, Syarifudin,
Agussalim, Yusrijal, Wandi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction
(reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing/verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suling gayo merupakan alat
musik yang dimainkan dengan cara ditiup yaitu melalui teknik peniupan samping, dan
memiliki bagian seperti kepala, batang dan congo dan ikat suling. Teknik bermain suling
yaitu menentukan posisi bibir saat meniup lubang tiup. Ada tiga posisi meniup suling
yang baik yaitu posisi meniup maju depan, posisi meniup normal (tengah), dan posisi
bibir berada ditepi. Yang membedakan teknik peniupan serta penjariannya ialah
tergantung dari besar, sedang dan kecil bentuk suling, nada suling ini tidak pasti hanya
menggunakan rasa dan feeling sehingga mendapatkan nada yang diinginkan. Proses
pembuatan Suling Gayo merupakan suatu proses yang membutuhkan ketekunan,
ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Proses pembuatan alat musik Suling Gayo
dilakukan dengan memilih bahan suling yaitu bambu yang sudah tua karena kadar air
yang dimiliki bambu tua ini lebih sedikit dibandingkan bambu yang muda, kemudian
direndam selama satu minggu dan dijemur selama satu hari dengan tujuan supaya bambu
lebih kuat dan tahan lama. Selanjutnya dibuat lubang sesuai dengan besar kecil bambu
yang akan dibuat menjadi suling. Adapun alat-alat yang digunakan adalah Penggaris,
gabus/sandal jepit, kertas amplas, api, besi, pisau dan spidol. Proses pembuatan alat
musik Suling Gayo terbilang sederhana karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih
2 minggu. Hasil pembuatan alat musik Suling Gayo ini bermanfaat sebagai penambah
harmonisasi dalam bermain musik gayo.
Tidak Tersedia Deskripsi
SENI MUSIK TRADISIONAL TEGANING" DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (1960-2004) (Irsyadi Mirwan, 2024)
TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP JARING INSANG BERDASARKAN CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI DESA TOWEREN, DANAU LAUT TAWAR, KABUPATEN ACEH TENGAH (ARI KINSAKO, 2022)
PROFIL DAN FUNGSI LAGU TAWAR SEDENGE DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Ridhani, 2024)
PROSES PEMBUATAN ALAT MUSIK PERAJAH (Amris Albayan, 2014)
INSTRUMEN JANGKA SEBAGAI WUJUD KREASI MUSIKAL AR. MOESE SEBAGAI SENIMAN LEGENDARIS TANOH GAYO (TEGUH MULYANA, 2018)