<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142219">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DERAJAT MEROKOK TERHADAP OBSTRUKSI PARU PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Achmad Revi Fawwaz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi gangguan pernapasan jangka panjang yang utamanya disebabkan oleh paparan asap rokok dalam jangka panjang. Merokok merupakan faktor risiko signifikan yang memperparah gejala dan meningkatkan keparahan obstruksi paru. Di Aceh, tingkat merokok cukup tinggi, dengan 24,01% penduduknya adalah perokok dan rata-rata 16,35 batang rokok dihisap per hari. Hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap tingginya insiden PPOK di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitis dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien PPOK, dan wawancara langsung dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel independen yang diukur adalah derajat obstruksi paru, sedangkan variabel dependen adalah tingkat merokok. Obstruksi paru dinilai melalui pengukuran spirometri, dan tingkat merokok dihitung menggunakan Indeks Brinkman. Analisis statistik chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat merokok dan tingkat obstruksi paru. Distribusi responden berdasarkan derajat obstruksi paru dan kebiasaan merokok menunjukkan bahwa, dari total 71 pasien PPOK, 42 (59,2%) mengalami obstruksi sedang, sementara 55 (77,5%) merupakan perokok berat. Rata-rata usia responden lebih dari 40 tahun, dan sebagian besar pasien merupakan petani atau pekebun. Data telah dianalisis menggunakan uji chi-square, yang menunjukkan hasil signifikan secara statistik dengan nilai p kurang dari 0,05, dan terdapat hubungan yang jelas antara jumlah perokok dan tingkat keparahan obstruksi paru. Ketika aktivitas merokok seseorang meningkat, maka derajat obstruksi paru juga meningkat. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan tindakan pencegahan untuk mengatasi kebiasaan merokok, yang merupakan faktor risiko utama PPOK.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG DISEASE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-05 17:24:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 15:19:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>