<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142147">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN KARAKTERISTIK ANAK USIA 0-5 TAHUN DENGAN SENSORINEURAL HEARING LOSS (SNHL) DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ATHIFAH NADA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sensorineural Hearing Loss (SNHL) merupakan gangguan pendengaran yang terjadi akibat kerusakan pada koklea atau saraf pendengaran. Pada anak gangguan ini berdampak signifikan pada perkembangan bicara dan bahasa, terutama pada usia 0-5 tahun yang merupakan periode penting perkembangan otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik anak usia 0-5 tahun dengan Sensorineural Hearing Loss (SNHL) di Poliklinik THT-KL RSUDZA Banda Aceh periode tahun 2020 sampai 2023. Desain penelitian menggunakan deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data dari rekam medis pasien. Penelitian ini melibatkan 143 sampel dengan menggunakan metode total sampling. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel berusia 24-36 bulan (32,87%), dan berjenis kelamin laki-laki (55,24%). Mayoritas mengalami SNHL bilateral (95,10%), derajat sangat berat bilateral paling umum ditemukan (81,82%). Terdapat faktor risiko prenatal (28,67%), perinatal (68,53%), dan postnatal (26,57%). Kesimpulan penelitian SNHL bilateral banyak terjadi pada laki laki, rentang usia 24-36 bulan, derajat sangat berat dan memiliki faktor risiko perinatal.&#13;
Kata Kunci : Sensorineural Hearing Loss, Anak Usia 0-5 Tahun, Faktor Risiko.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142147</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-04 11:38:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-04 11:45:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>