<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142067">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESTABILAN LERENG BENDUNGAN PADA WADUK KEULILING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Herlina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perhitungan ini   bertujuan  untuk  menganalisa kembali perhitungan stabilitas  lereng dengan menggunakan Metode lrisan Bidang Luneur Bundar (Slice Method on Circular Slip  Surface) dengan data  tanah   hasil  penyelidikan   tanah   yang  dilakukan   oleh  Balai Bangunan  Hidrologi  dan  Geo  Keairan   (BHGK)   Pusat  di  Bandung  pada   bendungan Keuliling  yang  berada  di  Desa  Bak  sukon,  Kecamatan  Indrapuri, Kabupaten  Aceh Besar. Prinsip dasar  perhitungan ini  adalah dengan menggunakan cara  keseimbangan momen   terhadap  titik   0  dcngan  mcnjurnlahkan semua   sayatan  di  dalam   lingkaran keruntuhan. Bidang luncur bundar dibagi menjadi beberapa irisan vertikal dan lebamnya irisan dibuat  sama,  lebar  irisan  dibuat sedemikian  kecilnya sehingga bentuk sebenarnya&#13;
dapat   dianggap    sebagai    trapezium.   Analisa   yang   d   Kondisi   muka  air   minimum dilakukan  adalah   dalam   2  kondis   yaitu  kondisi   muka  air  normal,   Kondisi   muka   air maksimum.  Dari hasil perhitungan  keruntuhan lereng bendungan yang dilakukan memperlihatkan   angka  keamanan &gt;  1.5   untuk  kondisi  tanpa  gempa yaitu   3.69,  3.20,&#13;
2,43   dan  untuk  kondisi  gempa  yaitu   2.32,  1.80,  1.28 untuk  lereng bendungan bagian hulu, untuk  lereng bcndungan bagian hilir angka  keamanan yang  didapat untuk  kondisi tanpa  gempa yaitu  2.78,  3.47, 2.90  dan  untuk  kondisi  gempa yaitu  1.48, 143,  1.30. Hasil  perhitungan   stabilitas   lereng    pada  kaki  bendungan  pada   bagian   hulu  untuk kondisi  tanpa  gempa  yaitu  5.35, 4.63, 3.05 dan  untuk  kondisi  gempa  2.23,  1.86, 1.30, dan  untuk  kaki  bendungan  bagian  hilir  untuk   kondisi  tanpa  gempa  yaitu   1.96, 2.26,  3.01 , dan  untuk  kondisi  gempa   yaitu  111 ,  1.32, 1.8 1 .   Untuk  angka  keamanan pada  kaki bendungan bagian  hilir I . II  berada pada  kondisi  yang  kritis  ini disebabkan busur lingkaran puncaknya berada  pada  penyambungan lereng dan  kaki  lereng  yaitu  pada  dua kcmiringan   yang  berbeda   yaitu   1 :   5  dan   1:3,5   ini  menyebabkan  angka   keamanan menurun. Angka  keamanan  pada  Muka air normal  pada  kondisi  tampa  gempa pada  pias I adalah  3.25, 2.98, 4.07, 4.07, pada  kondisi gempa  143, 1.41,  1.46. Pada pias II pada kondisi  tam pa  gem pa  adalah   2. 76.  2.31,  4.61,  1.80,  pada   kondisi   gem pa   132,   1.12, 1.42.  1 .12.  Pada pias III pada  kondisi tarnpa gcmpa  adalah 2.39, 2.3 1,  3.81,  1.62, pada kondisi gempa 1.20,    1.11,  1. 1 5 .  1.03. Angka  keamanan pada  Muka  air  Minimum  pada kondisi  tampa  gempa  pada  pias  I  adalah   2.32,  2.98,  3.90,  3.99,  pada  kondisi   gempa adalah  1.23, 1.35, 142,  1.38 . Pada  pias  II pada  kondisi  tampa  gempa  adalah 2.36,1.86, 3.13, 2.13,  pada  kondisi gempa  adalah 1.32, 1.08, 3. 13, 2.13. Pada  pias III pada  kondisi tampa  gempa  adalah  2.80, 2.04,  2.86,  2.54.  kondisi  gempa  adalah   1.37,   1.16,   1.21,  . IH. Angk akeamanan pada  Muka air Maksimum pada  kondisi  tampa  gempa  pada  pias I adalah 2.56, 2.74, 2.98, 2.20,, pada kondisi gempa adalah  1.11,  1.27, 1.25, 1.23.  Pada pias  II  pada  kondisi tampa gempa adalah   2.43, 2.09, 2.32,  2.32., pada  kondisi  gcmpa adalah  1.01,  1.05, 1.05,  1.23 Pada  pias III  pada  kondisi  tampa  gempa  adalah2.33,  2.64, 2.41, 2.34.  kondisi gempa  adalah   1.11 ,  1.19,  1.23,1.38.  Angka  keamanan yang  didapat sesuai   dengan   kebutuhan   faktor  keamanan   untuk  bendungan  kecuali   untuk  kondisi beban   tanpa   gempa    pada   bagian    hulu  dan   hilir  pada   ketiga  pias   didapat  angka keamanan  yang  kritis  yaitu</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 17:04:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 17:04:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>