<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142049">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN  DAN  UJI  PERFORMANSI ALAT  PENGERING   MENGGUNAKAN  KOLEKTOR MATAHARI  DAN  PARAFIN   (APKOMPA) UNTUK PENGERINGAN CABAI  MERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raudhah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai  merah merupakan  salah satu jenis hortikultura  yang sangat  dibutuhkan  untuk bumbu  masakan.  Namun cabai  merah segar  tidak bisa dismmpan  lebih  dari  5 hari  tanpa  pengawetan,  schingga  masyarakat  melakukan  pengawetan  cabat  merah dengan   penjemuran    langsung  di  bawah   sinar   matahari   Untuk   memperbaharui metode  pengeringan  alamiah  ini maka  telah dilakukan upaya  perancangan  dan  uni performansi alat  pengering kolektor energi matahani  dan  parafin (APKOMA)&#13;
          Penelitian   ini    bertujuan    untuk    merancang   APKOMPA  yang    efesien khususnya  untuk pengermngan  cabai  merah  dan  untuk mengetahut  ujr   performansi terhadap  distribusr  temperatur,   kelembaban   relatif,  serta   laju   pengermngan   cabai  merah&#13;
          Penelitian ini  dilakukan dalam   dua  tahap yaitu pembuatan  APKOMPA  dan pengeringan  cabai merah.  Variabel-variabel yang diamati dalam penelitian  ini adalah temperatur,  pengukuran bola basah dan bola kering, dan susut bobot cabat  merah  per  30 menit dari  pukul 9.00  WI    16.00  WIB.  Pengeringan dilakukan selama 3  hari&#13;
dengan 3 kali ulangan  &#13;
          Temperatur  rata-rata  selama 9 hari  proses  pengeringan  yang diperoleh  yaitu pada  pukul  13.00 WI dengan nilai rak atas  36.8C,   rak tengah  37.5C,  rak  bawah  39.8C   dan   kolektor   45,8C.    Sedangkan   temperatur    rata-rata   tertinggi    diluar APKOMPA adalah 36,3'C  dicapai  pada  pukul 1H . 00  WIB.  Pola distribusi  RH yang diperoleh  mempunyai    fluktuasi   yang   tidak    menentu    Grafik   laju   pengeringan terhadap waktu dan kadar air juga  menunjukkan  pola  yang tidak  menentu.  Kadar air cabi  merah yang dikeringkan secara  tradisional  adalah  1 8,18 7 1 %,  sedangkan cabai merah  yang  dikeringkan  dalam  APKOMPA  pada  rak  atas  adalah   14,0289%,   rak tengah  16,2169%  dan  rak  bawah   11,3827%.   Hasil   pengeringan  terbaik diperoleh pad   rak bawah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHILI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>664</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 09:34:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 12:15:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>