<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142045">
 <titleInfo>
  <title>STUDI  PEMANFAATAN  RADIASI SINAR GAMMA  (CO-60) P ADA SISTEM PENGAWETAN  MAKANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nova Andalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  mengenai pemanfaatan radiasi   sinar  gamma Co-60  pada sistem  pengawetan   makanan  telah   dilakukan,  tujuannya   adalah   untuk   mengurangi pertumbuhan mikroba dengan metode irradiasi.  Pengujian sampel  dilakukan pada  serbuk  cabai  dengan  mengamati  perubahan jarak  sampel dengan  sumber radiasi dan  lamanya waktu  penyinaran. Beberapa parameter  yang  diukur adalah fluks, laju dosis,  dan dosis  scrap  yang  dikaitkan  dengan jumlah  mikroba  yang terbunuh.  Hasil   penelitian    menunjukkan  bahwa   fluks   radiasi    dan    laju    dosis   sangat bergantung pada jarak   sampel  terhadap  sumber,  dimana  fluks   radiasi   dan  laju dosis   semak.in  kecil   bila  jarak   sampel   terhadap   sumber   semakin  jauh.   Pada  pengujian dengan jarak  25  cm  sampel  terhadap  sumber  yang  disinari  selama   15 menit,  diperoleh  mikroba  yang   terbunuh     sebesar   35%, sedangkan   untuk penyinaran   selama   60  menit   dan   120  menit,  mikroba  yang  terbunuh  masing­ masing  70%  dan   90%.   Pada pengujian  dengan  jarak  45  cm  sampel   terhadap sumber  dengan  lama  penyinaran  15 menit, 60 menit,  dan  120 menit,  mikroba  yang  terbunuh  adalah  masing-masing 6%,  29%,  dan  89%.  Dengan  penyinaran   Co-60  diperoleh jumlah  maksimum  mikroba  yang  mati  sebesar 90  % yang  terjadi  pada  jarak 25 cm  dan jumlah  mikroba  yang  terserap  pada  kondisi  tersebut  adalah  216  Gy dimana dalam  kondisi aman  disimpu\kan,  dapat  dipakai  sebagai  suatu teknik  pengawetan makanan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata  kunci    :  Irradiasi,  serbuk  cabai, fluks  radiasi,  laju  dosis,  dosis  serap,  mikroba,&#13;
                          dan sinar gamma&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD - PRESERVATION</topic>
 </subject>
 <classification>664.028</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142045</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 08:33:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 15:49:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>