<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142037">
 <titleInfo>
  <title>PERAN SARAK OPAT SEBAGAI MEDIATOR KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT DESA BERAWANG DEWAL KECAMATAN JAGONG JEGET KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARFANDI SYUHADA BARUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kearifan lokal merupakan kebiasaan yang lahir dari pandangan hidup serta kebiasaan-kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan, kearifan sosial yang terkandung dalam Sarak Opat merupakan lembaga adat yang menjaga harkat dan martabat kampungnya. Dalam sosial masyarakat Gayo terdapat Sarak Opat yang memiliki dua peran sekaligus sebagai lembaga pemerintahan dan lembaga adat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Sarak Opat sebagai mediator penyelesaian konflik sosial masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan teori resolusi konflik dan konsep peran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.  Hasil dalam penelitian ini beberapa unsur dari Sarak Opat kurang memahami peran sebagai pemangku adat tingkat Desa. Beberapa kasus seperti sumang pelangkahan” yaitu perbuatan yang bukan mahramnya yang dikhawatirkan terjadinya perbuatan zina, kasus ini tidak diselesaikan dikarenakan kurangnya bukti terhadap kedua pelaku. Hal tersebut kemudian menimbulkan konflik baru antara pihak Sarak Opat dan masyarakat terkait perbuatan yang melanggar adat. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya upaya pemerintah untuk melakukan pelatihan kapasitas Sarak Opat dan upaya kaderisasi untuk melestarikan nilai-nilai adat Gayo.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMS (PRACTICES) -  SOCIAL CONTROL</topic>
 </subject>
 <classification>303.372</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142037</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-30 01:29:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-02 12:22:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>