PERAN SARAK OPAT SEBAGAI MEDIATOR KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT DESA BERAWANG DEWAL KECAMATAN JAGONG JEGET KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN SARAK OPAT SEBAGAI MEDIATOR KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT DESA BERAWANG DEWAL KECAMATAN JAGONG JEGET KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

ARFANDI SYUHADA BARUS - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aminah - 199211142019032015 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810103010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

303.372

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kearifan lokal merupakan kebiasaan yang lahir dari pandangan hidup serta kebiasaan-kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan, kearifan sosial yang terkandung dalam Sarak Opat merupakan lembaga adat yang menjaga harkat dan martabat kampungnya. Dalam sosial masyarakat Gayo terdapat Sarak Opat yang memiliki dua peran sekaligus sebagai lembaga pemerintahan dan lembaga adat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Sarak Opat sebagai mediator penyelesaian konflik sosial masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan teori resolusi konflik dan konsep peran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dalam penelitian ini beberapa unsur dari Sarak Opat kurang memahami peran sebagai pemangku adat tingkat Desa. Beberapa kasus seperti sumang pelangkahan” yaitu perbuatan yang bukan mahramnya yang dikhawatirkan terjadinya perbuatan zina, kasus ini tidak diselesaikan dikarenakan kurangnya bukti terhadap kedua pelaku. Hal tersebut kemudian menimbulkan konflik baru antara pihak Sarak Opat dan masyarakat terkait perbuatan yang melanggar adat. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya upaya pemerintah untuk melakukan pelatihan kapasitas Sarak Opat dan upaya kaderisasi untuk melestarikan nilai-nilai adat Gayo.

Local wisdom is a habit born from a worldview and habits to fulfill needs, the social wisdom contained in Sarak Opat is a customary institution that maintains the dignity of the village. In Gayo society, Sarak Opat has two roles at once as a government institution and a customary institution. The purpose of this study is to determine the role of Sarak Opat as a mediator of community social conflict resolution through a local wisdom approach. This research uses conflict resolution theory and the concept of role. This research uses a qualitative method. The results of this study show that some elements of Sarak Opat do not understand their role as customary leaders at the village level. Some cases such as “sumang pelangkahan” , which is an act that is not a mahram that is feared to be adultery, this case was not resolved due to lack of evidence against the two perpetrators. This then led to new conflicts between the Sarak Opat and the community regarding actions that violate custom. Suggestions from the results of this study are that government efforts are needed to conduct Sarak Opat capacity training and regeneration efforts to preserve Gayo traditional values.

Citation



    SERVICES DESK