<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141999">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI BIJI  BUAH KAWISTA DAN GULA TERHADAP MUTU SIRUP  DAGING BUAH KAWISTA  (LEMONIA ACIDISSIMA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosi Neldasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawista (Lemonia acidissima)  merupakan tanaman yang  termasuk dalam jenis jeruk-jerukan (Rutacae),  biasanya  tumbuh  di  daerah yang  sewaktu-waktu mengalami musim  kering (tropic   muson.  Di   Propinsi  Aceh  buah Kawista  disebut juga buah Keumeukoh  atau  buah ba tok . buah  karwista ini  biasanya digunakan sebagai  bahan tambahan   dalam   pembuatan  rupjak   atau   dikonsumsi  dalam  keadaan  segar dengan menambahkan  gula  ataupun  garam.    Keteredian buah kawista begit mehimpah dan tersebar  di  berbagar daerah  di  Indonesia  dan  sangat   potensial untuk   diembangkan Buah Kawista mengandung Karbohidrat  15%, serat 3,7%,  dan   sebagian besarnya adalah air  sebesa 77%.     Selain itu,  buah kawista  jga memiliki  landungan  bioaltif seperti saponin, alkaloid  dan  polifenol yang  berfungsi  sebagai antioksidan  dalam tubuh bagian utama  buah kawista yang digunakan untuk pembuatan sirup adalah daging buah kawista, alan tetapi sirup juga dapat dibuat dengan menambahkan biji buah karwista dan daging buahnya&#13;
Penelitian ini  secara umum  bertujuan untuk  mempelajari pembuatan sirup buah kawist.a  dan secara khusus  bertujuan  untuk  menentukan konsentrasi biji   buah kawista dan  gala   sehingga  diperoleh sirup  kawista yang  mempunyai  sifat  kimia, fisik, dan organoleptik yang disukai  Penelitian  ini  dilakukan dengan menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.   Faktor  yang diteliti  yaitu   konsentrasi  biji buah lawista  dan  gula   Faltor pertama yaitu konsentrasi biji  (B), yang terdiri atas 4 taraf BI      0%, B2  =25%. BJ  50% dan B4 75%. Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G), yang terdiri atas } taraf Gl  0%.G2    90%,  dan G3  = 100%.   Dari  kombinasi perlakuan adalah 4 x 3 dengan  menggunakan 2 kali  ulangan (U) sehingga terdapat 24  satuan percobaan. Analisis yang  dilakukan terhadap sirup   karwista  mehiputi kekentalain (viskositas),  sukrosa  (pada   perlakuan terbaik),  pH,   total   padatan   terlarut,  serta   uji   organoleptik yang  mehiputi   warna,  aroma dan rasa sirup kawista yang dihasilkan.&#13;
          Dari   semua jenis  perlakuan  terhadap konsentrasi biji   buah kawista dan  gula berpengaruh sangat nyata (P  &lt; 0,01)   terhadap viskositas, pl4, total padatan terlarut, dan uji organoleptik  meliputi warna,  aroma  dan  masa sirup kawista.  Penambahan konsentrasi   biji   buah   kawista  dapat   meningkatkan  viskositas.   Semakin  ting konsentrasi biji  (75%) yang  ditambahkan  maka viskositas sirup semakin  tinggi. Penambahan  konsentrasi  biji  dan  gula  dapat  mempengaruhi nilai   total   padatan terlarut  sirup  kawista. Semakin tinggi  konsentrasi biji buah  kawista dan  gula mala milai  total   padatan terlarut semakin  meningkat.   Dani hasi   uji  organoleptik warna sirup yang disukai panelis  diperoleh  pada konsentrasi biji   0% pada gulg 90% dan konsentrasi biji 25% pada gula 80%,  sedangkan  aroma  sirup yang disukai panehis diperoleh  pada konsentrasi biji0% dan gula  90% dan  uji  organoleptik rasa  yang disulai   panelis  pada konsentrasi  biji   0%  dan  gula   100%.   Bedasarkan  metode rangking dapat  dihihat  bahwa nilai   yang terbaik diperoleh  pada  perlakuan dengan konsentrasi biji 0% dan gula 90%  &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SYRUPS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-29 11:52:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-29 15:54:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>