<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141919">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH APLIKASI KITOSAN TERHADAP MASA SIMPAN  MI SUKUN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rinaldi Habeib</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mi merupakan salah  satu  jenis makanan yang  paling  populer di Asia,  khususnya di  Asia timur dan  Asia  Tenggara.  Mi basah   adalah  jenis  mi  yang  mengalami   proses perebusan  setelah tahap  pemotongan dan  sebelum   dipasarkan, kadar airnya   52  %.  Bahan  baku  utama  mi  adalah  tepung  terigu.  Indonesia  memperoleh biji  gandum dengan  mengimpor dari  Amerika.  Produksi  mi di   indonesia   sangat tergantung pada  negara  pengekspor gandum   karena   100  %  biji  gandum diimpor dari  luar.  Oleh  karena  itu, perlu  adanya usaha  untuk  mengatasi  permasalahan tersebut. Salah   satunya  adalah  pengunaan pasta  sukun  sebagai  bahan  tambahan dalam   pembuatan  mi sukun   untuk  mengurangi  jumlah  tepung   terigu,  dengan  harapan  yang  dihasilkan   mempunyai mutu yang  baik, disukai  oleh  masyarakat,  serta harga  yang  terjangkau.&#13;
&#13;
          Kendala  yang   dihadapi   dalam   memproduksikan  mi  sukun   produk   basah   adalah   tidak tahan   lama  disimpan.  Untuk   mengatasi   pemasalahan  tersebut,   maka   perlu   pemberian  bahan pengawet alami  yang  tidak  mengganggu kesehatan konsumen.  Salah  satu  contoh  pengawet alami adalah  kitosan.&#13;
&#13;
          Kitosan  adalah  merupakan bahan   kimia  multiguna  yang  berbentuk serat,  berwarna  putih dan  tidak  berbau.   Kitosan   berasal  dari   kitin  kulit  udang   yang   merupakan  polimer  poliarin berbentuk linier dan  mempunyai  gugus  amino aktif.  Selanjutnya  kitosan  mempunyai  karaterisrik yang   unik   seperti   biokompatibel,  mudah   diuraikan   oleh   mikroba,   bersifat   antibakteri   dan memiliki  afinitas  yang  luar biasa  terhadap protein  serta aman  untuk  manusia  dan lingkungan.&#13;
&#13;
          Penelitian  ini bertujuan untuk  mendapatkan konsentrasi  kitosan yang  efektif dan  kondisi wadah penyimpanan untuk  memeperpanjang masa simpan  mi sukun.&#13;
&#13;
          Rancangan percobaan  yang  digunakan   adalah  Rancangan Acak  Lengkap  (RAL)  oengan  pola  faktorial yang  terdiri  atas  3 faktor.  Faktor  I adalah  konsentrasi  kitosan  (C) terdiri  dari  4 taraf yaitu:   Co = 0 (kontro)), C = 100  ppm,  C = 200  ppm,  C, = 300  ppm.  Faktor Il  adalah  kondisi  kemasan  (K)  yang terdiri  dari  dua  taraf yaitu   K,  = kemasan terbuka, K = kemasan  tertutup.  Faktor Ill  adalah lama  penyimpanan  (L)  yang  terdiri  dari  dua  taraf yaitu  Lo = 0 jam,  dan  L, = 24 jam.  Parameter yang  diamati   adalah   kadar  air,  kadar protein,   total   mikroba  (TPC),  persentase putus  mi sukun  dan  uji organoleptik (warna, aroma, rasa).&#13;
&#13;
          Hasil   penelitian   menunjukkan  bahwa   aplikasi   kitosan  berpengaruh  nyata   (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-28 14:27:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-28 14:27:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>