<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141907">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG  BANGUN ALAT PENGERING SOLAR DRYER  BERBAHAN BAKAR BIOMASSA TIPE  LIMAS TETRAGONAL UNTUK PENGERINGAN BIJI  KAKAO (THEOBROMA CACAO.L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biji   kakao    merupakan    salah   satu  komoditi    perkebunan   yang   sangat potensial  dan  prospektif untuk dikembangkan dalam  rangka  usaha  meningkatkan devisa negara  serta  meningkatkan  penghasilan  petani  kakao.  Saat  ini, produksi biji kakao   Indonesia secara  signifikan terus  meningkat,  namun  mutu  yang  dihasilkan sangat  rendah  dan  beragam. Pengeringan merupakan salah satu rantai  penanganan pasca  panen  kakao  yang  sangat  kritis.   Pengeringan  secara  tradisonal  selama   ini merupakan  salah  satu  penyebab  turunnya   mutu  kakao   hasil  penanganan  pasca panen.   Pengering buatan   dapat  menjadi   pilihan  tetapi   biaya  encrgi  yang  tinggi menycbabkan pengering  ini ditinggalkan.&#13;
          Tujuan penelitian  ini adalah  untuk  merancang bangun   pengering biji  kakao dengan    sumber   panas    dari   matahari    dan   biomassa  yang   dilengkapi    media penyimpan panas,  uji performansi pengering  hasil rancangan dilakukan untuk mengetahui  laju  aliran  panas   alat,  dimana  alat  digunakan  untuk  mengcringkan komoditi  kakao  sebagai  awal  proses  penanganan produk  olahan  biji  kakao  lebih anjut yang   berpengaruh juga   tcrhadap   kualitas  hasil  produksi.   Desain  untuk pengering  surya  ini akan  dikaji secara fungsional  dan  struktural.  Uji  kosong  alt dilakukan  selama  empat  hari terhitung  sejak selesainya  penelitian tahap  pertama. yaitu  merancang bangun  alat yang  memakan waktu  satu  bulan,  dua  hari  pertama pengujian  terhadap   alat  dilakukan   tanpa   tambahan  bahan   bakar   dan  dua   hari selanjutnya pengujian  dengan  tambahan bahan bakar.&#13;
          Hasil  penelitian  menunjukkan   distribusi   temperatur   tertinggi   dalam   ruang  pengering mencapai  70.2 &quot;C dengan  RH 58,48 %,  panas  terbaik  untuk  komponen alat  pengering  didapat   pada   media   penyimpan   panas   yang   mencapai  92,5  &quot;C, temperatur tertinggi  untuk  rak terjadi pada tingkat  rak  bagian  atas,  yaitu pada  rak  7A   dan   7B  dengan   suhu   rata-rata   sebesar   67  &quot;C       69,6   &quot;C.   Hasil   tersebut dikarenakan kedua  sisi  pengering bagian  atas  tempat  kedua  rak berada  mendapat intensitas    iradiasi    matahari    maksimal    hampir    sepanjang   waktu    pengujian. Perpindahan     panas    yang    dihasilkan    tungku    ke    ruang    pcngering   dengan penggunaan   biomassa   adalah  sebesar  627,87   KJ pada   hari  ketiga   dan  sebesar  887,58  KJ  pada   hari   keempat.   Perpindahan  panas   dari   tungku   ke  lingkungan  adalah   scbesar   0,8I   KJ  untuk   hari   ketiga   dan   0,96   KJ  untuk   hari   keempat Perpindahan  panas  konveksi  yang  terjadi pada  ruang  pengering  yaitu perpindahan panas  konveksi  bebas  (alamiah).  Perpindahan  panas  dari  penukar  panas  ke  ruang pengering  pada   hari  ketiga  dan  keempat  masing-masing scbesar  487469,66  KJ dan  520967,58 KJ, Pada  keadaan ini semakin  besar laju  perpindahan  panas  yang didapat,   akan  semakin  baik  untuk  meningkatkan  suhu  dalam   ruang  pengering. Perhitungan   perpindahan  panas   untuk  rak  pengering dilakukan  mulai  dari  hari pertama   pengujian,   karena   panas   rak   pengering   tidak  hanya   dipengaruhi   oleh  aliran  panas  dari tungku tapi juga  dari  intensitas iradiasi surya  yang didapat, untuk  ini nilai harian  yang  didapat  dirata-ratakan. Pada  hari  pertama  rata-rata  untuk  rak A  dan  B  masing-masing   adalah   276,61   KJ  dan  24 1 ,18 KJ,  untuk  hari  kedua scbesar 354,82 KJ dan 329,28  KJ. Hari ketiga dengan  penggunaan biomassa  untuk rak A dan  B masing-masing  adalah  853, 63  KJ dan  816.8 1     KJ serta  hari  keempat masing-masing 803.7  KJ untuk rak  A dan  792,37 KJ untuk rak  B. Dengan  adanya aliran  panas  dari  tungku  pembakaran,  temperatur   udara   ruang  pengering  akan semakin  meningkat,  yang  diikuti dengan  semakin   besarnya  aliran  panas.  Energi panas  dalam   ruang  pcngering  lebih  banyak  didapat   dari  pembakaran  biomassa dengan  98,46  %  pada   hari  ketiga  dan  97,35  %  pada   hari  keempat,  sedangkan untuk energi  panas  dari  matahari  hanya  berkisar antara  1 ,54% -2,65 %.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COCOA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-28 12:20:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-29 10:33:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>