PENGUJIAN VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN JARAK TANAM CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA LAHAN BEKAS TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGUJIAN VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN JARAK TANAM CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA LAHAN BEKAS TSUNAMI


Pengarang

Rais Fahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051111548

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.57

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan varietas bawang merah dan jarak tanam cabai merah dalam sistem tumpangsari antara kedua jenis tanaman tersebut terhadap pertumbuhan cabai dan bawang merah serta produksi bawang merah. Melalui penelitian ini ingin juga diketahui pengaruh pengaruh interaksi antara varietas bawang merah pada sistem tumpangsari dengan jarak tanam cabai merah terhadap pertumbuhan bawang merah dan cabai merah serta produksi bawang merah.
Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Mantak Raya Kecarnatan Simpang Tiga kabupaten Pidie, yang berlangsung dari bulan April sarnpai Agustus 2005, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 2 dcngan 3 ulangan, dengan demikian terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 24 satuan percobaan. Ada dua faktor yang diteliti, pertama adalah Varietas bawang merah yang terdiri atas 4 taraf yaitu : Bima Juna, Bima Curut, Warso dan Kuning Tablet. Faktor yang kedua adalah Jarak Tanam cabai merah yang terdiri atas 2 taraf yaitu: 50 cm x 60 cm dan 50 cm x 70 cm.
Peubah yang diamati untuk tanarnan bawang merah adalah : tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah anakan per rumpun umur 15, 30 dan 45 HST, berat basah umbi bawang merah per rumpun dan berat kering umbi bawang merah per rumpun.
Sementara untuk tanaman cabai merah adalah : tinggi tanaman umur 30 45 dan 60 HST
dan jumlah cabang produktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang merah dalam sistem tumpangsari dengan cabai merah pada lahan bekas tsunami berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST dan jumlah anakan umur 15 dan 45 HST juga terhadap berat basah dan berat kering umbi, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman urnur 15 dan 45 HST dan jumlah anakan umur 30 HST. Pertumbuhan tanaman bawang merah terbaik dijumpai pada varietas Warso dan hasil terbaik dijumpai pada varietas Kuning Tablet dengan berat kering umbinya 65.62 g.
Jarak tanam cabai merah dalam sistem tumpangsari dengan bawang merah pada lahan bekas tsunami berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman cabai merah umur
30 HST. nyata pada umur 45 HST dan tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang produktif umur 60 HST. Pertumbuhan tanaman cabai merah terbaik dijumpai pada jarak tanam cabai merah 50 cm x 70 cm.
Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan varietas bawang merah dengan jarak tanam cabai merah dalam sistem tumpangsari pada lahan bekas tsunami terhadap semua peubah yang diamati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK