ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT HASIL TANAMAN PANGAN DENGAN KETERSEDIAAN TENAGA PERTANIAN DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT HASIL TANAMAN PANGAN DENGAN KETERSEDIAAN TENAGA PERTANIAN DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM


Pengarang

Heriono - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851611462

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemerintah di masa yang akan datang dihadapkan pada dua masalah di bidang tanaman pangan dan tenaga. Kedua masalah tersebut adalah (a) masalah perlunya peningkatan secara terus menerus jumlah dan mutu produksi tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat, dan (b) masalah konsumsi energi dalam negeri yang juga terus meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan prasarana untuk penduduk dan laju industrialisasi. Keadaan ini membutuhkan suatu strategi pembangunan dalam bidang mekanisasi pertanian. Strategi ini penting artinya untuk menentukan tipe dan tingkat mekanisasi pertanian.
Tujuan penelitian ini adalah (I) Untuk menganalisis hubungan antara tingkat hasil tanaman pangan (ton SGKG/Ha) dan tingkat ketersediaan tenaga (kW/Ha) dalam produksi tanaman pangan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, (2) Menghasilkan persamaan matematika hubungan tingkat hasil tanaman pangan (ton SGKG/Ha) dengan tingkat ketersediaan tenaga (kW/Ha) dalam produksi tanarnan pangan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan (3) Mengkaji potensi tenaga pertanian secara keseluruhan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Perhitungan tingkat hasil per hektar tanaman pangan dalam penelitian ini dilakukan terhadap 7 komoditi yaitu padi, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, ubi kayu dan ubi jalar. Perhitungan tingkat ketersediaan tenaga (kW/Ha) dilakukan terhadap tenaga manusia, ternak kerja dan traktor. Hubungan tingkat hasil tanaman pangan dengan ketersediaan tenaga pertanian dianalisis dengan Regresi Polynomial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 11 tahun terakhir (1993-2003), terjadi pergeseran penggunaan tenaga pertanian dari tenaga manusia ke tenaga ternak dan traktor. Rata-rata laju peningkatan jumlah traktor adalah 34,1 4% per tahun, laju peningkatan jumlah ternak adalah 1,78% per tahun dan laju penurunan jumlah tenaga manusia adalah 2,39% per tahun. Dari hasil pcnelitian juga diperoleh bahwa penambahan tenaga traktor memberi pengaruh yang besar terhadap peningkatan tingkat hasil tanarnan pangan. Peningkatan jumlah traktor dan penurunan jumlah tenaga manusia dan temak pada tahun 1995 dan tahun 1999 memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produksi tanaman pangan. Penurunan produksi tanaman pangan terbcsar terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar
204 1322. 396 ton SGKG. dengan rata-rata laju penurunan 2.27 % per tahun. Luas
panen tanaman pangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan produksi tanaman pangan. Penurunan produksi tanaman pangan yang terjadi dalam kurun waktu tersebut lebih disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya belum maksimalnya pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien, produktivitas tenaga kerja di sub sektor tanaman pangan masih rendah, mahalnya sarana produksi seperti pupuk, alat dan mesin pertanian, bencana banjir dan kekeringan serta pengaruh iklim dan hama penyakit. Untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian dapat dilakukan dengan
cara peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan penggunaan teknologi
yang diperlukan di sektor pertanian, peningkatan penyuluhan lapangan, dan lain-lain.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persam aan matematika hubungan tingkat hasil tanaman pangan (ton SGKG/Ha) dan tingkat ketersediaan tenaga
pertanian (kW/Ha) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah Yt = 235,24Xt3
584.51Xt2 + 4 78.3 7X- 125.75. Dimana Yt adalah tingkat hasil tanaman pangan (tonSGKG/Ha). sedangkan Xt adalah tingkat ketersediaan tenaga pertanian (kW/Ha). Hubungan Yt dan Xt dari persamaan matematika tersebut adalah timbal balik, artinya selama kurun waktu 1993-2003 penambahan tcnaga (kW/Ha) dalam kegiatan pengolahan tanah yang melebihi atau kurang dari nilai optimal tingkat penggunaan tenaga (kW/Ha) untuk tanaman pangan akan mengakibatkan tingkat hasil tanaman pangan tetap atau dapat juga mengalami pcnurunan. Adapun nilai optimal yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah 0.668 kW/Ha sampai dengan 0,804 kW/Ha.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK