Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KOMODITAS PERKEBUNAN ACEH BERBASIS HTML
Pengarang
Nur ulfah Sani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0605106010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.17
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tanaman perkebunan didefenisikan sebagai tanaman monokultur yang ditanam di atas area yang luas dan memiliki nilai ekonomi. Jenis tanaman perkebunan Aceh didominasi oleh perkebunan coklat, kemiri, karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, cengkeh, pala, nilam, lada, pinang, tebu, tembakau, dan randu (Acehinvestment, 2008).
Bidang perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam
pembangunan nasional. Peningkatan komoditi-komoditi perkebunan tersebut menjadikan volume dan nilai ekspor Indonesia juga meningkat. Besamya volume dan nilai ekspor dari masing-masing komoditi tersebut masih dapat kita tingkatkan lagi dengan beberapa upaya. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkannya adalah dengan penyediaan sistem informasi yang lebih lengkap dari sistem informasi yang telah tersedia selama ini. Melalui penelitian mengenai desain sistem informasi dan implementasi komoditas perkebunan Aceh berbasis HTML ini, diharapkan dapat mempermudah akses informasi bagi pengguna mengenai permasalahan yang berkaitan dengan komoditas perkebunan Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sistem informasi berbasis HTML mengenai komoditas perkebunan Aceh yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna.
Penelitian ini dimulai dengan beberapa tahap, yaitu : tahap investigasi data komoditas perkebunan Aceh (kakao, pinang, kelapa sawit, kopi, karet, dan nilam), tahap pengumpulan data komoditas perkebunan Aceh meliputi sejarah, manfaat, daerah penghasil, harga komoditas di Aceh, alat dan pengolahan serta produk olahan dari masing-masing komoditi perkebunan. Tahap mendesain dan membuat layout. Pada tahap ini desain sistem terdiri dari desain tampilan antarmuka, desain basis data, dan desain proses. Desain tampilan antarmuka dibuat dengan merancang penuh sistem interface dengan menggunakan bantuan perangkat- perangkat lunak seperti Macromedia Fireworks, dan Macromedia Dreamweaver 8 sebagai editor skrip menjadi interface yang sesuai dengan keinginan. Desain basis data berfungsi untuk menyimpan data-data konten informasi dan semua data yang
berguna untuk menunjang sistem informasi secara keseluruhan. Desain proses berfungsi untuk menyimpan data-data konten informasi dan semua data yang berguna untuk menunjang sistem informasi secara keseluruhan.
Hasil kuesioner menunjukkan tidak ada seorang respondenpun yang memberi penilaian kurang baik atau buruk. Secara umum, responden menilai baik dan sangat baik pada tampilan desain sistem dengan persentase 90%, untuk
konten sistem 84%, untuk kemudahan pengoperasian 72%, untuk manfaat yang didapat dari sistem sebesar 92%, untuk tampilan sistem responden menilai sebesar 72%. Untuk informasi baru yang didapat dari sistem, responden menilai 90%. Dan untuk kejelasan dari konten yang diberikan dari sistem, responden menaruh perhatian sebesar 88%.
Tidak Tersedia Deskripsi
VISUALISASI DATA STATISTIK KOMODITAS PERTANIAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA DALAM BENTUK WEBGIS (Dahlia, 2021)
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PRODUKSI KOMODITAS PERKEBUNAN PROVINSI ACEH BERBASIS WEB MENGGUNAKAN NEXTGIS (Naila Suqya, 2024)
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DI WILAYAH PROVINSI ACEH (MUHAMMAD FARID, 2021)
SISTEM ABSENSI KEPEGAWAIAN BERBASISRNWEB DENGAN FITUR PEMANTAUAN LOKASIRNDI ALFITYAN SCHOOL ACEH (Nazhifa Dhiya Ulhaq, 2024)
KAJIAN POTENSI WILAYAH KOMODITAS ANDALAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN RAKYAT DI KABUPATEN ACEH UTARA (PENDEKATAN LQ)
TERAKHIR DIUBAH 2021-04-20 10:50:37 (Hary Nanda Zulfahry Perangin Angin, 2021)