PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERKUMUR DENGAN KLORHEKSIDIN 0,12% DAN AIR GARAM HANGAT 1,2% TERHADAP PENURUNAN PERDARAHAN GINGIVA (KAJIAN PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BERKUMUR DENGAN KLORHEKSIDIN 0,12% DAN AIR GARAM HANGAT 1,2% TERHADAP PENURUNAN PERDARAHAN GINGIVA (KAJIAN PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA)


Pengarang

NOVI RAIHANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

12071012300047

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.632

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perdarahan gingiva merupakan salah satu tanda dari adanya inflamasi pada jaringan gingiva. Penyebab utama dari inflamasi gingiva adalah akumulasi plak. Perdarahan gingiva dapat dicegah atau diatasi dengan meningkatkan kebersihan rongga mulut yang baik, yaitu dengan kontrol plak. Kontrol plak dapat dilakukan secara mekanis dan kimia. Kontrol plak secara mekanis dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi, sedangkan kontrol plak secara kimia dapat dilakukan dengan pemakaian obat kumur seperti klorheksidin 0,12% dan air garam hangat 1,2%. Klorheksidin 0,12% merupakan obat kumur yang efektif terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, dan air garam hangat 1,2% merupakan obat kumur yang mudah tersedia, murah, dan tidak mengiritasi jaringan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan efektivitas berkumur dengan klorheksidin 0,12% dan air garam hangat 1,2% terhadap penurunan perdarahan gingiva. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental klinis. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang sesuai dengan kriteria inklusi. Subjek dibagikan kuesioner dan informed consent kemudian dilakukan pemeriksaan awal perdarahan gingiva, lalu subjek diinstruksikan berkumur dengan klorheksidin 0,12% dan air garam hangat 1,2% selama 5 hari. Pada hari ke lima, subjek diperiksa kembali skor perdarahan gingivanya. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor perdarahan gingiva subjek sebelum dan sesudah berkumur klorheksidin 0,12% dan air garam hangat 1,2% (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK