Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L) DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
Asniwati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0005101022722
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2008
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.422
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan pengembangan tanaman kentang di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah, dan sekaligus penetapan faktor pembatasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2006 sampai dengan Maret 2007.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai deskriptif yang didasarkan pada hasil observasi lapangan dengan menggunakan sistemtaktis dan analisis tanah dilaboratorium.
Berdasarkan pengamatan lapangan, terdapat 9 tapak pengamatan pada 6 desa yaitu pada desa-desa Blang Gele (Bg 1 dan Bg 2), Lelabu (Lb), Umang (Um), Calo Blang Gele (Cbg), Daling (DI 1 dan DI 2), dan Tensaren (Ts 1 dan Ts
2). Pada pengunaan lahan areal tanaman kentang dengan satu jenis tanah Typic Hapludand,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara aktual lahan - lahan pada tapak pengamatan Bg 1, Bg 2, dan Lb termasuk ke dalam kelas sesuai marjinal (S3), yaitu S3 s n (lereng dan ketersediaan hara). Pada tapak pengamatan Um dan Cbg termasuk kedalam kelas tidak sesuai saat ini (N1) yaitu N1 s (lereng). Pada tapak pengamatan D1 1I, D1 2, Ts 1 dan Ts 2 termasuk kedalam kelas tidak sesuai selamanya (N2) yaitu N2 s (lereng) Secara potensial menunjukkan kesesuaian
lahan yang tedapat pada tapak pengamatan Bg 1, Bg 2 dan Lb dapat ditingkatkan kelas kesesuaiann ya menjadi S2 s (lereng). Untuk tapak pengam atan Um dan Cbg dapat ditingkatkan kelas kesesuaiannya menjadi S3 s (lereng) Luas lahan potensial dengan tingkat cukup sesuai untuk tanaman kentang adalah 3,60 ha yang terdiri atas 2,30 ha di desa Blang Gele dan 1,30 ha di desa Lelabu, seda ngkan lahan yang tergolong sesuai marginal adalah 2,70 ha yang terdapat di desa Umang
1,50 ha dan Calo Blang Gele 1,20 ha.
Berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium diketahui bahwa penilaian kesuburan tanah pada semua tapak pengamatan di lokasi penelitian tergolong rendah, dikarenakan P2O5, dan K2O yang sangat rendah. Sebagai salah satu input uniuk meningkatkan P dan K adalah dengan cara pemupukan P dan pemupukan K ke dalam tanah. Sedangkan faktor pembatas kelerengan dapat diatasi dengan pembuatan teras.
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT (Siti Ratna Sari, 2017)
INVENTARISASI SERANGGA PADA TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) DI PERKEBUNAN RAKYAT PANTAN TERONG, KABUPATEN ACEH TENGAH (Mayana Winari Puja D, 2017)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAUGE PADA MEDIA MS MODIFIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L. CV GRANOLA) SECARA IN VITRO (Liza Fadhillah, 2015)
ANALISIS SIKAP TOLERANSI PETANI KENTANG TERHADAP RISIKO USAHATANI KENTANG DI KABUPATEN BENER MERIAH (RONI NARDI, 2019)