<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141803">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN TOOLS PEMETAAN INDEKS POTENSI LAHAN MENGGUNAKAN MODELBUILDER (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KABUPTEN GAYO LUES)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sima Maulina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Informatika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Gayo Lues merupakan wilayah yang sangat strategis dalam&#13;
 pemanfaatan lahan pertanian, namun banyak masyarakat yang belum mengetahui cara&#13;
 memanfaatkan lahan pertanian dengan benar sehingga banyak terjadi penyalahgunaan&#13;
 lahan yang seharusnya digunakan untuk lahan pertanian tetapi digunakan untuk&#13;
 perumahan atau tujuan lain yang tidak efektif. Oleh karena itu dibutuhkan peta indeks&#13;
 potensi lahan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pemanfaatan lahan pertanian&#13;
 yang sesuai dengan nilainya dan dapat dipergunakan secara lebih efisien dan tepat guna.&#13;
 Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta indeks potensi lahan di wilayah&#13;
 Kabupaten Gayo Lues dengan merancang tools pembuatan petanya yang menggunakan&#13;
 ModelBuilder, pembuatan peta ini berdasarkan 5 parameter penentu yaitu; kemiringan&#13;
 lereng, jenis tanah, jenis batuan, curah hujan dan kerawanan bencana (erosi).&#13;
 Penyusunan peta indeks potensi lahan dilakukan secara per tahap, diantaranya meliputi&#13;
 skoring, pembobotan, overlay dan reklasifikasi. Proses yang dilakukan secara per tahap&#13;
 membutuhkan waktu yang tidak sedikit, serta memungkinkan terjadinya tahapan yang&#13;
 terlewat dan berulang. Pembuatan tools yang dirancang menggunakan ModelBuilder&#13;
 dalam penelitian sangat membantu dalam mempercepat proses identifikasi dan&#13;
 pembuatan peta indeks potensi lahan, hasil tools-nya juga bisa digunakan secara mudah,&#13;
 praktis dan berkala pada ArcToolbox. Berdasarkan hasil dari penelitian, peta indeks&#13;
 potensi lahan terdiri dari 4 kelas yaitu kelas rendah dengan luas 19.444,10 Ha dan&#13;
 persentase sebesar 3,51%, kelas sedang dengan luas 470.006,74 Ha dan persentase&#13;
 sebesar 84,82%, kelas tinggi dengan luas 4.648,67 Ha dan persentase sebesar 11,67%&#13;
 dan kelas sangat tinggi dengan luas 54,61 Ha dan persentasenya sebesar 0,01%.&#13;
 Kata kunci : Indeks Potensi Lahan (IPL), pengharkatan, overlay, ModelBuilder</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141803</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 14:14:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 15:28:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>