<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141789">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH PENGUKUSAN (STEAMING)    TERHADAP     PENGERINGAN     CABAI    MERAH    (CAPSICUM    ANNUM).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari Kemalawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai Merah  (Capsicum annum) adalah  salah satu komediti pertanian yang cepat mengalami kerusakan  dan tidak tahan lama disimpan. Untuk menghindari kerusakan   tersebut dapat  diupayakan dengan  cara  penanganan   pasca  panen  yang dapat  memperpanjang  masa  simpan.  Salah  satu  kegiatan  yang  dapat memperpanjang daya simpan hasil pertanian adalah proses pengeringan, Pada pengeringan   cabai    merah    biasanya,    sebelum    dilakukan    pengeringan   maka dilakukan   pengukusan    terlebih  dahulu.   pengukusan   ini  bertujuan  untuk  proses sebelum  pengeringan terutama  untuk dapat  mengubah  kadar air yang masih  dalam ikatan  kimia   yang   terkandung  di   dalam   cabai  agar  menjadi  kadar   air  bebas, sehingga  mempercepat proses pengeringan.&#13;
Tujuan  penelitian    ini   adalah   untuk   mengetahui   pengaruh   pengukusan terhadap   laju  kecepatan   pengeringan   cabai  merah.  Dengan  demikian   masyarakat lebih mengetahui  bagaimana  perlakuan cabai  merah  pasca  panen. Penelitian telah dilakukan    pada   bulan   Oktober   2007   di   laboratorium  Teknik   Mesin,   Jurusan Teknik Mesin.  Fakultas  Teknik,  Universitas Syiah Kuala.&#13;
Penelitian   ini   menggunakan  metode  grafik,  perhitungan  kadar  air  dan&#13;
laju pengeringan dengan  menggunakan alat pengering  tipe rak yang menggunakan bahan bakar (minyak  tanah),  solar dryer dan pengeringan jemur di  lantai.&#13;
Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  cabai  merah  yang dikukus mempunyai hasil yang lebih  bagus dan bentuk  menarik  bila dibandingkan dengan cabai merah tanpa dikukus.&#13;
Manfaat   penelitian   ini   untuk   mendapatkan  suatu   sistem   pengeringan&#13;
cabai   merah   yang   efisien,      Khususnya  daJam   mempertahankan  kualitas   dan kuantitas  cabai  merah  kering.  pada  masa  simpan  yang  cukup  lama  cabai  merah masih   tetap   mempunyai   warna   dan   bentuk   yang   sangat   menarik,    sehingga masyarakat  dapat  memanfaatkanya sama  halnya  dengan  penggunaan  cabai  merah segar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 12:16:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 12:16:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>