<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141777">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  PENGEMBANGAN  USAHATANI JERUK  GIRI  MATANG DI KECAMATAN PEUSANGAN  SIBLAH  KRUENG KABUPATEN BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulfiani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan, karena usahatani jeruk  ini  memberikan  keuntungan yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan petani.   Sebagai komoditas yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sudah selayaknya pengembangan jeruk  mendapat perhatian  yang besar,  mengingat konstribusinya yang besar pada perekonomian nasional.   Disamping itu, jeruk merupakan buah buahan yang digemari  masyarakat   baik  dalam  bentuk segar  maupun olahan. Karena itu  kebutuhan jeruk terus meningkat sejalan  dengan pertambahan jumlah penduduk, kesadaran akan gizi  dan perbaikan pendapatan masyarakat.&#13;
Jeruk Bali  atau yang lebih dikenal dengan jeruk giri  Matang merupakan tanaman   yang  sudah   lama   di   kenal   masyarakat  provinsi   Aceh  khususnya Kabupaten  Bireuen  dan  di   kembangkan  sebagai   tanaman  pekarangan  sejak sebelum kemerdekaan secara turun temurun.&#13;
Penelitian   ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kajian  kelayakan   usahatani jeruk  giri  Matang di  Kecamatan Peusangan Siblah  Krueng Kabupaten Bireuen. Adapun permasalahan  dalam  penelitian  ini  adalah  Apakah usahatani  jeruk  giri&#13;
matang di  Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen layak untuk dikembangkan, bila ditinjau dari  segi  teknis dan finansial.&#13;
Penelitian ini dilakukan di  Kabupaten Bireuen, dengan pertimbangan Bireuen merupakan sentral produksi jeruk giri Matang.   Objek dari penelitian ini adalah petani jeruk giri Matang yang berada di daerah penelitian.   Ruang lingkup penelitian  terbatas  pada  masalah  faktor  produksi  luas  lahan,  biaya  produksi, tenaga kerja, harga jual  dan produksi jeruk,  analisis finansial dan analisis sensitivitas serta yang akan dilihat adalah kelayakan usahatani jeruk giri Matang.&#13;
Metode  yang  digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   metode  survey, dengan alasan area populasi yang cenderung luas dan homogen.    Metode pengambilan sampel  dilakukan  dengan  Simple  Random  Sampling  dengan besar sampel 32  petani.   Teknik pengumpulan data dalam  penelitian  ini diperoleh  dari dua sumber,  meliputi  data primer yaitu  diperoleh  di  lokasi  penelitian  dan data sekunder yaitu bersumber dari  kepustakaan, instansi  terkait  dan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan penelitian  ini.&#13;
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis finansial dengan empat kriteria  investasi yaitu Net Present  Value, Net Benefit Cost Ratio, Internal Rate ofReturn dan Break Even Point.&#13;
Hasil   penelitian  menunjukkan   bahwa  usahatani  jeruk  giri   Matang  di&#13;
&#13;
Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen layak untuk diusahakan. Hal  ini  dapat  dilihat dari  nilai  NPV &gt;  0, yaitu  Rp.  78.994.660,- yang  berarti penerimaan  yang diperoleh  lebih  besar dari  biaya  yang dikeluarkan  atau dapat diartikan   juga   angka   tersebut    menunjukkan   bahwa   jumlah    rupiah    yang&#13;
dikeluarkan   mampu  memberikan   keuntungan setelah  dikurangi  dengan  biaya produksi yang dikeluarkan.&#13;
Net  B/C  Ratio  &gt;  1    yaitu   5,2.   Yang berarti  bahwa keuntungan yang&#13;
&#13;
diperoleh 5,2 kali  lipat  dari  biaya yang dikeluarkan.   IRR &gt;  18%  yaitu  sebesar&#13;
&#13;
39, 12%  .        IRR  dapat dianggap juga  sebagai  tingkat  keuntungan atas investasi dalam suatu proyek.   IRR sebesar 39, 12% menunjukkan bahwa IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu  18%.   BEP &lt; dari  umur ekonomis tanaman jeruk giri Matang yaitu pada tahun ke- 9 bu lan ke- 8 hari ke- 13.&#13;
Agar dapat menciptakan usahatani  yang bersifat  komersil,  maka dalam&#13;
&#13;
peningkatan usahatani  jeruk  giri  Matang perlu  keterlibatan pengusaha yang bergerak dalam bidang budidaya tanaman maupun pengolahan  hasil industri serta pemasaran.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141777</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 11:41:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-26 11:41:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>