PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN TAMBAH LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMANASAN BERULANG PADA CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN BAHAN TAMBAH LATEKS TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL


Pengarang

T. Reza Furqan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041123240

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Campuran beton aspal panas dari AMP diangkut dengan mengunakan truk pengangkut yang ditutupi terpal, di bawa ke lokasi dan dihampar sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan harus segera dipadatkan pada temperatur dibawah 125 °C dan harus sudah selesai pada temperatur diatas 80 °C. Biasanya apabila pekerjaan pemadatan tidak bisa dilakukan kerena pengaruh cuaca maka campuran beton aspal tersebut dibuang. Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan berulang pada campuran beton aspal tanpa dan dengan bahan penambahan zat aditif lateks terhadap stabilitas perkerasan jalan. Pembuatan benda uji sebanyak 15 buah benda uji untuk menentukan nilai kadar aspal optimum (KAO) dari kadar aspal 5,5%,
6%, 6,5% dan 7%. Untuk pemanasan berulang dibuat 27 benda uji dengan mengunakan aspal Esso penetrasi 60/70 yang tersedia di Laboratorium Transportasi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dan diproleh hasil untuk kadar aspal optimum Yaitu 6,1 %. Selanjutnya 6.1 % digunakan sebagai kadar campuran beraspal dengan bahan tambah lateks yang dipanaskan berulang sebanyak 0 kali, I1 kali dan 2 kali. Pada pemanasan berulang O kali menunjukkan nilai karakteristik Marshall sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Bina Marga. Sedangkan pada pemanasan berulang 1 kali dan 2 kali nilai karakteristik Marshall tidak semua memenuhi spesifikasi yang telah ditetapakan oleh Bina Marga. Pada pemanasan I kali Flow. VIM. VFB dan MQ pada campuran beton aspal tidak memenuhi spesifikasi. Sedangkan pada 2 kali pemanasan berulang VIM, VFB, Density dan MQ tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Berbeda halnya dengan stabilitas, untuk 0 kali pemanasan berulang sama halnya dengan pemansan berulang 1 kali semakin besar kadar latcks pada campuran beton aspal, nilai stabilitasnya terus naik. Akan tetapi pada 2 kali pemanasan berulang, semakin besar kadar lateks pada campuran beton aspal, maka nilainya terus menurun. Jadi dapat disimpulkan bahwa campuran beton aspal yang dipanaskan ulang dan ditambahkan lateks tidak dapat diterapkan di lapangan, karena nilai parameter Marshall tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK