<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141741">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN  GEL  LIDAH  BUAYA  DAN  SUHU RENDAH TERHADAP  UMUR SIMPAN  BUAH ANGGUR  (VITIS  VINIFERA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yudiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Anggur  (Vitis  vinifera  L.)  merupakan  buah impor yang cukup  diminati  di Indonesia. Namun akibat penanganan  pasca panen yang tidak tepat,  menyebabkan nilai  ekonomisnya  menjadi  turun.  Untuk  mencegah  hal  tersebut,  perlu  dilakukan suatu usaha untuk mempertahan.kan mutu buah anggur dengan memperpanjang  umur simpannya. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan  gel lidah buaya dalam proses coating dan penggunaan suhu rendah untuk penyimpanan.&#13;
Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan apakah terdapat interaksi antara lama  pencelupan  ke  dalam  gel  lidah  buaya dan suhu  rendah  untuk  penyimpanan terhadap  umur simpan  buah anggur serta efektivitas  penggunaan  lidah buaya  dan suhu rendah untuk penyimpanan buah anggur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung sejak bulan Mei hingga Agustus 2012.&#13;
Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3&#13;
&#13;
dengan tiga ulangan.   Penelitian terdiri dari  2 faktor.   Faktor  pertama yaitu  lama pencelupan  ke dalam gel lidah buaya yang terdiri dari  30,  60 dan 90 detik. Faktor kedua yaitu suhu rendah untuk penyimpanan yang terdiri dari 5 °C,  10 °C, dan 15 °C. Peubah yang diamati  adalah  susut bobot,  kadar air, kandungan  vitamin  C,  warna dengan  penentuan  nilai  L (kecerahan),  nilai  a (merah),  nilai  b (kuning),  dan uji organoleptik terhadap warna, tekstur, rasa.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pencelupan ke dalam gel lidah buaya berpengaruh sangat nyata terhadap  susut bobot, kandungan vitamin C, wama  pada nilai L,  a, b,  dan uji organoleptik  terhadap  warna,  berpengaruh nyata terhadap kadar air,  dan berpengaruh tidak nyata terhadap uji organoleptik tekstur dan rasa.  Sedangkan perlakuan suhu rendah untuk penyimpanan berpengaruh sangat nyata&#13;
terhadap  susut bobot,  kadar  air,  kandungan  vitamin  C,warna pada  nilai L, a, b, dan&#13;
&#13;
uji organoleptik terhadap warna, tekstur,  rasa.&#13;
&#13;
Hasil  penelitian dapat  disimpulkan  bahwa  terdapat  interaksi  antara  perlakuan lama  pencelupan   ke  dalam  gel  lidah  buaya  dan  suhu  rendah  untuk  penyimpanan terhadap  umur  simpan  buah  anggur.  Perlakuan  lama pencelupan  ke dalam  gel lidah buaya  selama   90  detik  dan  penggunaan   suhu  rendah   untuk  penyimpanan   10  °C merupakan  kombinasi  perlakuan  terbaik. Lama pencelupan  ke dalam  gel lidah buaya berpengaruh  terhadap  umur simpan buah anggur  yang dapat dilihat dari peubah  susut bobot,  kandungan  vitamin  C, warna,  dan  uji organoleptik  warna  dan  tekstur.   Taraf perlakuan  lama pencelupan  ke dalam  gel  lidah buaya  terbaik  ditemukan  pada   lama pencelupan   90  detik.     Sedangkan   suhu  rendah   untuk  penyimpanan   berpengaruh terhadap  umur simpan  buah anggur yang dilihat dari peubah  susut bobot, kandungan vitamin  C,  warna,  dan  uji  organoleptik   wama  dan  tekstur.  Taraf    perlakuan   suhu rendah untuk penyimpanan  terbaik ditemukan  pada  suhu rendah  10 °C .&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141741</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 16:18:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 16:18:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>