<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141717">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  PENERAPAN KONSEP  MANAJEMEN MUTU TERPADU  PADA PABRIK  KOPI SOLONGRNULEE KARENG  ACEH  BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Neisyia Amanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pabrik kopi  solong  Ulee Kareng adalah pabrik kopi  yang bergerak dalarn  bidang produksi  bubuk kopi.  Demi  menjaga kualitas dan kepercayaan dari  konsumen maka pabrik kopi  solong telah menerapkan konsep manajemen mutu terpadu  agar unggul  pada scmua bidang,  mulai  dari  pemasok sarnpai  pelanggan.  Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui bagaimana  kaitan konsep penerapan manajemen mutu terpadu dengan menggunakan alat bantu  berupa Statistical Process Control (SPC) dan Statistical  Quality  Control   (SQC) yang terdiri  dari  lembar  pengecekan, peta kendali  p, dan diagram sebab akibat.  Lembar pengecekan  digunakan  agar  lebih   mudah  dalam   penyajian   data  dan  memaharni   data tersebut untuk dianalisis lebih  lanjut.  Peta kendali  p  digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam batas kendali  statistik atau tidak.  Dan langkah yang terakhir  adalah  mencari   kondisi-kondisi   yang  menjadi   penyebab  terjadinya  kerusakan produk dengan diagram sebab akibat untuk kemudian dapat disusun sebuah rekomendasi atau  usulan  perbaikan  kualitas.   Melalui   lembar   pengecekan  dapat  diketahui   rata-rata kegagalan  akibat kopi  gosong selama periode januari  yaitu sebesar 1.145  kg kopi, dengan jumlah  produksi  sebanyak 4.510  kg dan persentase sebesar 25 persen.  Hasil  analisis  peta kendali p menunjukkan  bahwa proses produksi  berada dalarn batas yang tidak terkendali. Hal  ini  dapat dilihat pada grafik kendali  di  mana titik batas kendali  atas (UCL) sebesar&#13;
0.39,  dan batas kendali  bawah (LCL) sebesar 0.11, sedangkan rata-rata kerusakan (CL)&#13;
produk sebesar 0.25, berfluktuasi dalam batas tak terkendali.  Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui kondisi  penyebab kegagalan produksi  berasal dari manusia/tenaga kerja,  mesin,  metode kerja,  material/bahan  baku,  dan  lingkungan  kerja,  sehingga pabrik dapat mengambil  tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kegagalan dan  meningkatkan  kualitas  produksi.  Ditemukan juga bahwa  pabrik  kopi  solong sudah mulai  menerapkan  konsep  manajemen  mutu  terpadu,  tetapi  pelaksanaannya  belurnlah secara maksimal atau baik sesuai  dengan teori manajemen mutu terpadu itu sendiri.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  Kunci:  Penerapan Konsep Manajemen Mutu Terpadu&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141717</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 15:18:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 15:18:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>