<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141683">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN BRAIN EVOKED RESPONSE AUDIOMETRY (BERA) PADA ANAK DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAHRA ATHIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan mendengar suara pada salah satu atau kedua telinga. Anak yang mengalami hambatan dalam akses pendengaran akan memiliki masalah dalam keterampilan berbahasa. Pemeriksaan fungsi pendengaran, seperti pemeriksaan Brain Evoked Response Audiometry (BERA) diperlukan untuk mendapatkan intervensi segera yang dapat berupa pemasangan alat bantu dengar (ABD). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan BERA pada anak di Poliklinik THT- KL RSUDZA periode Januari 2020 hingga Desember 2023. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan mengambil data sekunder dari rekam medis pasien. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 476 rekam medis pasien yang diambil dengan metode total sampling. Dari 476 sampel terdapat 254 anak (53,4%) dengan hasil pemeriksaan BERA tidak normal dan 222 anak (%) dengan hasil pemeriksaan BERA normal. Sebagian besar sampel berusia 12-59 bulan (81,1%), dan berjenis kelamin laki-laki (62,6%). Mayoritas hasil pemeriksaan BERA dengan kategori gangguan pendengaran bilateral (62%), derajat gangguan pendengaran sangat berat pada telinga kanan (31,3%) dan telinga kiri (31,7%). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya edukasi tentang deteksi dini gangguan pendengaran pada anak, terutama bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara atau tidak merespons suara dengan baik.&#13;
Kata Kunci : Pemeriksaan Brain Evoked Response Audiometry (BERA), gangguan pendengaran, keterlambatan bicara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEARING DISORDERS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141683</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 11:59:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-25 14:43:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>