PENGARUH RASIO NILAI PASAR, UKURAN PERUSAHAAN DAN DEBT DEFAULTTERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH RASIO NILAI PASAR, UKURAN PERUSAHAAN DAN DEBT DEFAULTTERHADAP PEMBERIAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA)


Pengarang

Trie Nadirra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0601103010125

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara rasio nilai pasar, ukuran perusahaan, dan debt default terhadap pemberian opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2006-2008. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan laporan auditor setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang diambil berjumlah 51 perusahaa.n Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria kriteria yang telah ditentukan. Kriteria tersebut antara lain perusahaan yang tidak keluar dari BEI, menerbitkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen, dan mengalami laba bersih setelah pajak negatif. Adapun model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi logistik karena variabel dependen dan variabel independennya merupakan kombinasi metric dan non metric.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio nilai pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian opini audit going concern dengan tingkat signifikansi 0,113, sedangkan ukuran perusahaan dan debt default berpengaruh secara signifikan terhadap
pemberian opini audit going concern. Hal ini ditunjukkan pada tingkat signifikansi ukuran perusahaan sebesar 0,042 dan debt default sebesar 0,032.
Pengujian yang dilakukan dengan menggunakan rasio nilai pasar, hasil pengujiannya tidak sesuai dengan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa rasio nilai pasar berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Sedangkan, pengujian dengan menggunakan ukuran perusahaan dan debt default, hasil pengujiannya sesuai dengan hipotesis kedua dan ketiga yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern dan hipotesis ketiga menyatakan bahwa debt default berpengaruh terhadap pemberian opini audit going
concern
Hasil pengujian terhadap rasio nilai pasar sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Januarti dan Fitrianasari (2008) yang menjelaskan bahwa rasio nilai pasar tidak berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Akan tetapi temuan ini berbeda dengan teori yang dipaparkan oleh Darmadji dan Fakhruddin (2001) Pengujian terhadap variabel ukuran perusahaan, hasilnya sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Santosa dan Wedari (2007) yang menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern akan tetapi tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Januarti dan Fitrianasari (2008). Selanjutnya, hasil pengujian terhadap variabel debt default mendukung penelitian yang dilakukan oleh Tamba dan Siregar (2009) dan Praptitorini dan Januarti (2007) yang menyatakan bahwa debt default berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern.

Kata Kunci : rasio nilai pasar, ukuran perusahaan, debt default, opini audit going concern

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK