ANALISIS TINGKAT EFISIENSI BENTUK SETENGAH KUAT PADA BURSA EFEK JAKARTA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS TINGKAT EFISIENSI BENTUK SETENGAH KUAT PADA BURSA EFEK JAKARTA


Pengarang

Anwar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0111220026

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.642

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mencoba untuk menganalisis efisiensi pasar dalam bentuk setengah kuat pada Bursa Efek Jakarta. Analisis dalam bentuk setengah kuat ini adalah dengan melihat apakah harga saham bereaksi saat pemecahan saham (stock split) diumumkan kepada publik
Untuk mengetahui apakah terjadi reaksi harga saham saat stock split, maka penulis mengambil data sekunder sebagai sample penelitian yang berupa nama- nama perusahaan yang melakukan stock split sebanyak 13 buah perusahaan selama tahun 2004
Selanjutrya penulis melakukan analisa dengan menggunakan paralatan analisis yang berupa, abnormal return, total return, dan expected return. Kemudian
dihitung Average Abnormal Return (AAR) untuk melihat reaksi harga terhadap pengumuman stock split pada hari tertentu dan Comulative Average Abnormal Return (CAARR) untuk melihat rata-rata reaksi harga selama pengamatan (event window). Setelah itu penulis melakukan pengujian hipotesis secara statistic dalam hal ini penulis menggukan SPSS V.11.05 dengan pilihan uji statistic adalah ujit (t-test)
Dalam membahas hasil penelitian ini penulis menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan Actual Return (AR) dan pendekatan Adjusted Market Return (AMR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa AAR dalam pendekatan AR tidak berbeda jauh dengan pendekatan AMR, dimana AAR dalam pendekatan AR baik satu hari sebelum pengumuman stock split bernilai positif sebesar 0,01195 maupun beberapa hari setelah pengumuman, demikianjuga dengan pendekatan AMR bernilai positif yaitu sebesar 0,01702 sebelum pengumuman stock split maupun sesudahnya. Hal ini menunjukkan terjadinya reaksi harga baik sebelum maupun sesudah pengumuman stocksplit, akan tetapi berdasarkan uji statistic yang dilakukan didapat hasil yang tidak signifikan, dimana tingkat kesalahan melebihi signifikan (a) 5%. signifikan yang diperoleh dari pendekatan AR yaitu sebesar 0,517 (51,7%) dan pendekatan AMR yaitu sebesar 0,203 (20.3%).
Dari penjelasan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Bursa Efek Jakarta
belum efisien dalam bentuk setengah kuat, karena berdasarkan uji statistic yang
dilakukan belum menunjukkan reaksi harga yang cukup signifikan baik satu hari
sebelum maupun beberapa hari setelah pengumuman pemecahan saham

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK