<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141551">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  GULA  DAN PEKTIN TERHADAP MUTU  JELI WORTEL  (DAUCUS  CAROTA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadhlullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wortel cukup populer di kalangan  masyarakat Indonesia. Hampir di setiap tempat  wortel  dapat  diterukan   dan banyak dijual  di pasaran .  Hal  ini   karena sayuran  wortel mengandung nilai gizi yang cukup tinggi  terutara sebagai  sumber vitamin A.  Dalam rangka  penganekaragaman pangan serta peningkatan pemanfaatan tanaman   wortel, maka  perlu diusahakan pengolahan  wortel  menjadi produk yang  lebih bervariasi.  Pengolahan  juga bertujuan  untuk  memperpanjang masa simpan bahan  pangan  tersebut. Pembuatan jeli dari wortel  merupakan salah satu  bentuk pengolahan yang dapat  memperpanjang masa simpan produk.&#13;
&#13;
Jeli dapat dibuat  dari  sari buah-buahan yang dimasak dengan penam bahan gula,  pektin,  dan  asam.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh variasi  perlakuan  konsentrasi  gula dan pektin  terhadap  karakteristik dan  mutu jeli wortel  yang  dihasilkan   sehingga  diketahui   perlakuan   terbaik.   Selain   itu  hasil penelitian ini diharapkan  dapat dikembangkan  oleh masyarakat agar jeli  yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber vitamin A  alternatif.  Penelitian ini dilakukan  dengan  menggunakan   Rancangan  Acak  Lengkap (RAL) pola  faktorial. Faktor  yang diteliti  adalah  :    konsentrasi  gula   dan     konsentrasi   pektin. Faktor konsentrasi  gula (G) terdiri atas 3  taraf, yaitu: G1= 60%, G2,    65% dan G3,= 70%.&#13;
Faktor konsentrasi pektin (P),  terdiri atas 3 taraf,  yaitu  P1;  = 0,33 %,   P2 = 0,66%,&#13;
&#13;
dan  P3,=1%.  Kombinasi   dari perlakuan  adalah   3 x  3      9 dengan 3  kali ulangan schingga  diperoleh  27 satuan  percobaan.  Analisis  yang  dilakukan  meliputi  kadar air, total  asam,  kadar  gula, pH,  dan   uji  organoleptik   yang  terdiri dari wara, aroma,  rasa, dan tekstur&#13;
&#13;
Hasil  penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi  pektin  (P) berpengaruh sangat  nyata (P0,05)  terhadap    ladar air,  total asam,   kadar&#13;
gula, serta  nilai organoleptik  warna,  aroma, dan rasa jeli wortel yang dihasilkan. Perlakuan konsentrasi gula (G) berpengaruh sangat  nyata (P0,05) terhadap   total asam, pH, serta nilai  organoleptik warna,  aroma, dan tekstur jeli wortel  yang  dihasilkan. Interaksi perlakuan konsentrasi pektin dengan gula  (PG) berpengaruh tidak  nyata (P&gt;0,05)  terhadap kadar  air, total asam, kadar gula, pH,  serta nilai organoleptik  warna, aroma, rasa dan tekstur jeli wortel  yang dihasilkan.  Kadar air jeli  wortel yang dihasilkan berkisar antara  19,23 - 23,73%,&#13;
total asam  28,83  --  29,03   ml  NaOH/100   gr   bahan,      kadar gula  61,33-71,67%  Brix,  dan pH  3,25 - 3,59.   Nilai kesukaan panelis terhadsp   warna jeli wortel  yang  dihasilkan berkisar  antara  4,25     4,42  (tingkat penerimaan  suka sampai sangat suka),  aroma 3,07 - 3,53  (tingkat penerimaan biasa sampai suka),&#13;
rasa 3,73   . 4,13 (tingkat penerimaun biasa sampai sangat suka),  dan tekstur 3,70 -4,17 (tingkat penerimaan biasa sampai sangat suka).&#13;
&#13;
Perlakuan  terbaik  diperoleh   pada  perlakuan penambahan   pektin   1% dengan gula 65%  (P3,G2)  dengan karakteristik jeli wortel yaitu kadar air 21,13%, total asam 29,00 ml NaOH/100 gr bahan,   kadar gula 66,67 % Brix,  dan pH 3,26. Adapun   nilai organoleptik  wara adalah 425 (tingkat  penerimaan suka sampai sangat suka),    aroma  3,57 (tingkat  penerimaan  biasa sampai  suka),    rasa  4,07 (tingkat  penerimaan suka sampai sangat  suka),  dan tekstur 4,17 (tingkat penerimaan suka sampai sangat suka)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CARROTS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.805 13</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-22 09:47:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-22 11:11:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>