<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141489">
 <titleInfo>
  <title>PENGENDALIAN MUTU PRODUK  TAHU SOLO PUNGE BLANG CUT BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chintha Oktowanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dewasa ini banyak perusahaan di Indonesia yang berkembang, sehingga setiap  perusahaan  harus  dapat  bersaing  dengan  perusahaan   lainnya.  Dengan semakin  pesatnya  perkembangan  teknologi,  maka persaingan  yang terjadi antar perusahaan akan semakin meningkat. Hal ini mendorong perusahaan  untuk lebih meningkatkan  kualitas  produk  yang  dihasilkan.  Salah  satunya  adalah  industri Tahu Solo Punge Slang Cut Banda Aceh yang bergerak di bidang produksi tahu. Industri rumahan ini masih mengalami kendala pada produk yang dihasilkan yang disebabkan  oleh, bahan baku, manusia, mesin dan peralatan, metode kerja,  dan lingkungan sekitar pabrik. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas tahu adalah bahan baku, bahan baku yang kurang berkualitas akan menghasilkan tahu yang mudah hancur/gagal produksi. Dari analisa menggunakan diagram kendali p dapat dilihat bahwa nilai batas kendali atas (UCL) sebesar 0,10 dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,08 sedangkan  rata-rata  kerusakan produk (Center  Line) sebesar 0,09. Terdapat  12 titik yang berada di bawah garis LCL yang merupakan batas suatu penyimpangan  yang masih di  izinkan.  Namun,  terdapat  empat titik yang jatuh di  luar  batas kendali  atas, yaitu pada pengamatan  ke 13,  17,  18,  30 yang menyebabkan proses dikatakan tidak  terkendali. Hal ini menyebabkan perlu adanya pemeriksaan pada titik yang tidak terkendali.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Pengendalian Mutu&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>QUALITY CONTROL - MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <classification>658.401 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141489</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-21 11:56:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-22 08:57:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>