ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE Y (STUDI KASUS PADA SIMPANG TIGA TUNGKOP KECAMATAN DARUSSALAM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE Y (STUDI KASUS PADA SIMPANG TIGA TUNGKOP KECAMATAN DARUSSALAM)


Pengarang

Fachrurrazi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010136

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persimpangan Tungkop Kecamatan Darussalam merupakan Simpang talc bersinyal tipe Y yaitu pertemuan ruas jalan antara JI. Tgk. lmum Glee dan JI. Blang Bintang Lama yang memiliki tiga lengan yaitu lengan Utara (JI. Blang Bintang Lama), Lengan Barat (JI. Tgk. Imum Glee arah ke Unsyiah), dan Iengan Timur (JI. Tgk. Imum Glee arah ke krueng kalee). Disekitar simpang ini terdapat pertokoan, kedai kopi, pasar induk Tungkop, dan pasar pagi sehingga tarikan ke daerah ini menjadi lebih besar. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kinerja persimpangan Tungkop Kecamatan Darussalam dalarn menarnpung dan melayani arus lalu lintas yang melaluinya serta memberikan solusi jika terdapat masalah pada persimpangan tersebut. Data primer yang dikumpulkan yaitu berupa data volume lalu lintas kendaraan, kecepatan kendaraan, dan harnbatan samping. Volume lalu lintas tersebut kemudian diolah dengan berdasarkan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) untuk mendapatkan parameter kinerja simpang. Untuk data sekunder yaitu berupa peta jalan dan data geometrik simpang. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan simpang ini sudah dalam keadaan jenuh. Berdasarkan analisis dengan MKJI derajat kejenuhan (DS) simpang ini adalah 0,91 lebih besar dari 0,75 sebagaimana disyaratkan dalam MKJI. Setelah diperbaiki dengan beberapa altematif maka derajat kejenuhan (DS) turun menjadi 0,72, tundaan pada simpang menjadi 12,32 det/smp dan peluang antrian menjadi 21-43%. Perbaikan yang dilakukan yaitu dengan memperlebar setiap lengan persimpangan dan menurunkan angka hambatan samping. Penurunan hambatan samping meliputi pemasangan rambu berhenti di sekitar simpang, larangan parkir, serta larangan pedagang kaki lima memakai badan jalan.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK