<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141293">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  ERGONOMIKA  OPERATOR  PADA PENGOPERASIAN ALAT PEMARUT KELAPA SISTEM PEDAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.Novan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alat  pemarut  kelapa  sistem  pedal  adalah  salah  satu  alat  pemarut   kelapa yang  masih  menggunakan  tenaga  manusia   untuk   mengoperasikannya.  Melihat peran dan keterkaitan  erat antara alat pemarut kelapa sistem pedal dengan  manusia maka   perlu   diketahui    hubungan    antara   keduanya.   Untuk   melihat   hubungan tersebut  maka  ilmu  ergonomika,  human and engineering atau  ergonomic  perlu diterapkan   sehingga  adanya  kenyaman   kerja  dan  keserasian  ukuran alat  dengan operator.    Tujuan    dari    penelitian     ini   adalah     menganalisis     antropometri, biomekanik,  dan   menganalisis  beban   kerja   pada   pengoperasian  alat  pemarut kelapa   sistem   pedal   serta   rnengbasilkan    rekomendasi    untuk   perbaikan    alat tersebut.&#13;
Pengukuran  data  antropometri  dilakukan   terhadap   30  orang  responden, yang  diukur   adalah   antropometri   posisi   berdiri  dan  duduk.  Selanjutnya  untuk penentuan   empat  orang  operator  pada  penelitian  ini ditentukan   berdasarkan  data tinggi pinggang. Empat  orang  operator  selanjutnya akan  diukur  selang  gerak  dan beban kerja berdasarkan  denyut jantung  serta gaya alat kendali  (pedal).&#13;
Berdasarkan  hasil perhitungan antropometri didapat jangkauan optimum tangan  operator  pria  adalah  66,2  cm, jangkauan maksimumnya  adalah  73,2  cm dan  jangkauan  optimum   tangan   operator   wanita   adalah   61, 1         cm,  jangkauan maksimumnya  adalah   72,4  cm.  Untuk  jangkauan  optimum   kaki  operator   pria adalah   86, 7   cm,   jangkauan   maksimumnya  adalah   97,3   cm   dan  jangkauan optimum  kaki operator  wanita  adalah  81, 1    cm, jangkauan maksimum  adalah  91,8 cm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jarak antara tangan ke lubang pemasukan   dan  alat  kendali   (pedal)  yang  dioperasikan  oleh  kaki  berada  pada posisi daerah  normal.&#13;
Hasil  dari  analisis  biomekanik  kekuatan  gaya  rata-rata  alat  kendali  pedal pada  sudut  putaran  (90&quot;) sebesar  62 N, putaran  (45&quot;) sebesar  74 N, putaran  (30&quot;) sebesar   82  N,  putaran   (0&quot;)  sebesar   11  N  dan  putaran   (-45&quot;)  sebesar   90  N. Sedangkan  kekuatan  rata-rata  kaki operator pada sudut putaran  (90&quot;) sebesar  275&#13;
N, putaran  (45&quot;) sebesar  250 N, putaran  (30&quot;) sebesar  250 N, putaran  (0&quot;) sebesar&#13;
225 N dan putaran  (-45&quot;) sebesar 250 N. Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan kaki  operator   lebih  besar  dari  pada  kekuatan   gaya  alat  kendali  pedal  sehingga operator  mudah  mengoperasikan alat kendali tersebut.&#13;
Berdasarkan analisis  denyut jantung diketahui  bahwa  laju  denyut jantung&#13;
operator   pria   sebesar   90-91   pulsa/menit  termasuk   beban   kerja   ringan.   Laju konsumsi  oksigen   sebesar   0,44-0,46   liter/menit   termasuk   beban   kerja   sangat ringan  dan  konsumsi   energi   sebesar   2,1-2,2  kkal/menit   termasuk   beban   kerja sangat ringan. Sedangkan  laju denyut jantung  untuk operator  wanita sebesar 94-97 pulsa/menit   termasuk   beban  kerja  ringan.  Laju  konsumsi  oksigen  sebesar  0,52-0,58  liter/menit  termasuk  beban  kerja ringan  dan konsumsi  energi  sebesar  2,5-2,8&#13;
kkal/menit  tennasuk  beban   kerja   ringan.  Jadi  dapat   disimpulkan   bahwa   alat pemarut  kelapa  sistem  pedal  ini termasuk  dalam  beban  keja sangat  ringan  untuk operator pria dan ringan untuk operator wanita.&#13;
Adapun  rekomendasi   yang  dapat  diberikan  pada  penelitian  alat  pemarut&#13;
kelapa sistem  pedal  ini adalah  perlu modifikasi  terhadap  tinggi  tempat duduk  alat karena  tinggi  tempat  duduk  alat  lebih  tinggi  dari  pada  tinggi  pinggang  operator wanita  sehingga  operator  wanita  tidak nyaman  ketika  menaiki  alat  tersebut  dan akan menyebabkan  terjadinya  kecelakaan  kerja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-19 11:25:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-19 11:25:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>