TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS CACO3, DAN ZEOLIT HASIL KALSINASI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS CACO3, DAN ZEOLIT HASIL KALSINASI


Pengarang

Erman Hanafi Siregar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941311273

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala., 2006

Bahasa

Indonesia

No Classification

665.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Biodiesel sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang potensial untuk dikembangkan, dapat diproduksi dari minyak kelapa sawit mentah (CPO) melalui proses transesterifikasi. Penggunaan katalis zeolit alam dan CaCO hasil kalsinasi diharapkan dapat mengurangi biaya produksi biodiesel dari CPO sehingga dapat bersaing dengan harga bahan balak diesel konvensional. Proses transesterifiasi dilakukan pada kondisi operasi tekanan 5 barg. temperatur 95 C, waktu 5 operasi jam. Variabel yang digunakan yaitu: Suhu kalsinasi katalis (300' C, 400'C. dan 500°C), jenis katalis (CaCO dan zeolit), dan berat katalis (5; 7,5; I0; dan 12,5 gram) serta perbandingan mol minyak kelapa sawit dan etanol (6; L8: dan El0). Yield biodiesel yang terbesar didapatkan dari penggeunaan katalis zeolit dengan berat 125 gram dengan perbandingan mol CPO dan etanol E: I0 yaitu scbesar 76,59%. Karakteristik biodiesel yang diperoleh secara umum telah memenuhi standar biodiesel (ASTM PS 12I) yaitu meliputi: viskositas kinematic 6,58 mm2/detik, densitas 0,86 gr/cm3, dan bilangan asam 0,8%.
Kata kunci: biodiesel, transesterifikasi, minyak kelapa sawit (CPO), zeolit alam,kalsinasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK