<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14129">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN “TUTUR” PADA MASYARAKAT GAYORN(STUDI KASUS DI KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAHDI RIZKA PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Perubahan yang terjadi pada masyarakat tidak dapat dihindarkan oleh masyarakat itu sendiri, cepat atau lambat masyarakat akan berubah ke arah yang lebih maju akibat adanya modernisasi. Perubahan ini telah lama masuk ke dalam kehidupan masyarakat sehingga adanya perubahan yang terjadi pada budaya bahasa suatu masyarakat. Demikian juga halnya dengan “tutur” yang ada pada masyarakat Gayo khususnya di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah. “Tutur” merupakan sebutan atau panggilan seseorang kepada orang lain secara langsung, dalam hal ini adalah sebutan/panggilan anggota keluarga di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa “tutur” mengalami perubahan dalam masyarakat Gayo serta faktor apa yang menyebabkan perubahan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial Max Weber dan konsep teori Sumarsono, yang menjelaskan beberapa faktor yang dapat merubah bahasa dalam masyarakat yaitu: migrasi (perpindahan penduduk), ekonomi, dan sekolah atau pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif. Instrumen pengumpulan data adalah observasi pada lokasi penelitian, wawancara dan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap informan baik secara lisan maupun wawancara secara terstruktur. Hasil analisis penelitian menjelaskan bahwa “tutur” yang ada pada masyarakat Gayo sekarang sudah mengalami perubahan dari “tutur” yang semestinya digunakan oleh masyarakat Gayo akibat adanya modernisasi. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama (dominan) yaitu pendidikan keluarga dan teknologi. Adapun migrasi, ekonomi dan pendidikan hanya sedikit yang dapat membuat perubahan pada bahasa dan “tutur” masyarakat Gayo. Kemudian akibat dari perubahan bahasa tersebut, maka terjadi juga perubahan pada sikap dan perilaku ketika anggota dalam masyarakat saling berinteraksi dan sebagian masyarakat sudah kurang bahkan tidak melakukan sopan santun dalam berbicara sesama anggota keluarga dalam masyarakat. &#13;
&#13;
Kata Kunci: “Tutur”, Modernisasi, Sikap dan Perilaku.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>302</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14129</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-06-09 23:43:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-30 11:16:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>