Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KEKUATAN LENTUR BALOK BETON HOLLOW BLOCK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH TINGGAL
Pengarang
Bunyamin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0141110022
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2006
Bahasa
Indonesia
No Classification
693.4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan lentur balok yang terbuat dari beton bertulang dengan balok dari beton hollow block serta mempelajari perilaku deformasi dan pola retak yang terjadi. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 buah balok beton bertulang dan 2 buah balok beton hollow block dengun ukuran panjang 2100 mm, lebar 150 mm. tinggi 200 mm.
Di mana, balok beton bertulng terdiri dari Ringbalk Reinforced Concrete (RRC),
SloofReinforced Concrete (SRC) dan balok beton hollow block terdiri dari Ringbalk
Hollow Block (RHB), Sloof Hollow Block (SHB). Kuat tekan beton untuk beton bertulang dan hollow block dikontrol dengan benda uji kubus standar dengan panjang
150 mm, lebar 150 mm, dan tinggi 150 mm, sebanyak 15 buah. Faktor air semen yang digunakan untuk membuat beton hollow block adalah 0,5, tinggi slump 25-100 mm dan diameter agregat maksimum 4,75 mm. Untuk mortar pengisi lubang hollow block, faktor air semen yang digunakan adalah 0,5, tinggi slump 25-100 mm dan diameter agregat maksimum 25,4 mm. Pengujian lentur balok dan kuat tekan kubus beton dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari. Tulangan tarik yang digunakan adalah tulangan baja ulir yang terdiri dari 1 0 12 mm (untuk ring balok) dan 2 0 10 mm (untuk balok sloof), sedangkan tulangan sengkang digunakan tulangan baja polos yaitu O 6 mm. Pengujian lentur dilakukan dengan meletakkan balok di atas dua tumpuan dengan jarak antar tumpuan 1800 mm dan kemudian balok dibebani dengan dua buah beban terpusat dengan jarak antara kedua beban tersebut adalah 900 mm. Balok dibebani secara bertahap hingga mencapai beban puncak. Setiap tahapan beban dicatat besarnya beban, regangan baja tulangan tarik, regangan beton, dan lendutan serta diamati pola retak yang terjadi. Lendutan maksimum yang terjadi adalah 21,83 mm (RRC), 23,41 mm (RHB), 19,81 mm (SRC), dan 20.22 mm (SHB). Daktilitas yang terjadi berdasarkan lendutan adalah 2,024 (RRC), 2,526 (RHB), 1,237 (SRC),
dan 1,611 (SHB). Adapun beban ultimit yang dapat ditahan balok adalah 950 kg (RRC), 1160 kg (RHB), 2830 kg (SRC), dan 1980 kg (SHB). Penelitian ini menunjukkan daktilitas tertinggi terjadi pada balok RHB yaitu 2,526 serta tipe keruntuhan yang terjadi adalah retak lentur dan retak lentur-geser.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KEKUATAN LENTUR BALOK BETON HOLLOW BLOCK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH TINGGAL (Bunyamin, 2024)
STUDI KEKUATAN GESER BALOK BETON HOLLOW BLOCK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH TINGGAL (M. Mirza Masri, 2024)
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERAJA PADA PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING HOLLOW CONCRETE BLOCKRN(STUDI KASUS PADA PROYEK KONSTRUKSI RUMAH TIPE 42, DESA KAHJU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BEAR) (T. Shaibul Firdaus, 2024)
KAPASITAS LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK BETON YANG DIPERKUAT DENGAN RANGKA BIDANG BAJA HOLLOW DIISI MORTAR (VARIASI LEBAR BALOK) (Mazaya Faiza, 2023)
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON YANG DIPERKUAT DENGAN RANGKA BIDANG BAJA HOLLOW DIISI MORTAR (VARIASI TINGGI RANGKA DAN VARIASI LEBAR BALOK) (Muhammad Zaki Zayyan, 2025)