<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141207">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN SISTIM DISTRIBUSI AIR PADA HOTEL NANGGROE BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uzir Farizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air   merupakan  salah satu   kebutuhan utama  bagi kelangsungan  hidup  manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.  Begitu juga ketika manusia berada di  sebuah hotel. Oleh karena itu pihak hotel dituntut untuk mampu meyediakan air setiap saat,  untuk memenuhi tuntutan ini  hotel harus mempunyai sistim pendistribusian air  bersih yang efektif dan efesien untuk dioperasikan.  Suatu sistim penyedian air  yang  efektif dan efesien  dimulai dengan perencanaan yang  tepat,  sesuai dengan  tata  letak ruangan dan   kebutuhan  air  dari   suatu  hotel.   Untuk   ini  penulis telah  melakuka survey lapangan  di  hotel  Nanggroe pada  saat  tahap kontruksi.   Berdasarkan data  yang didapat,  hotel  ini  terdiri dari    lantai dengan tinggi untuk  setiap lantai 4,5 m dan mempunyai 108 kamar tidur yang dilengkapi dengan toilet  untuk setiap kamarnya. Dengan memeperhatikan  bentuk  dan fungsi  dari  gedung maka   penyediaan  air dilakukan dengan menggunakan sistim tangki atap yang menggunakan tangki bawah dan  tangki atas.  Sistim pada perencanaan ini  hanya melayani kebutuhan air  untuk dalam gedung hotel,   sedangkan  kebutuhan air   untuk   luar  gedung seperti  untuk pemadam kebakaran,  dapur dan londri mempunyai sistim yang terpisah.  Dari  hasil perhitungan,  didapatjumlah kebutuhan total air  bersih sebesar 10.645,68 liter/jam atau   10,6456  m2/jam dengan volume  tangki bawah  sebesar 206  m'  dan   volume tangki atas sebesar 20 m' yang mempunyaijarak instalasi pipa 412 m. Kecepata air rat@-rata  adalah 0,90  m's  dan total head losses yang terjadi  sebesar  14,437 m, sedangkan  daya pompa yang dibutuhkan sebesar 794,8  W atau  0,794 kW dengan kapasitas   pompa yang  dihasilkan  0,0029   m2/detik   yang   memerlukan motor penggerak dengan daya 2,02  kW, sehingga dengan daya pompa tersebut  sanggp mengangkat air  dari tangki bawah ke  tangki atas sebelum disuplai ke setiap titi-titik yang diinginkan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WATER SUPPLY - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PIPELINES - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.867 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141207</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-18 15:29:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-18 15:33:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>