TEKNIK PENGERINGAN IKAN KAYU (KEUMAMAH) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN BAKAR SEBAGAI ENERGI PANAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TEKNIK PENGERINGAN IKAN KAYU (KEUMAMAH) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN BAKAR SEBAGAI ENERGI PANAS


Pengarang

Rizayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0205106010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

660.284 26

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proses pengeringan ikan dengan menggunakan alat mekanis di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam cukup potensial untuk dikcmbangkan. karena produksi ikan di daerah ini cukup melimpah. Potensi yang cukup besar ini banyak yang di manfaatkan oleh masyarakat namun teknik pengeringannya masih sangat sederhana dan tradisional, pengeringan tidak dapat dilakukan pada waktu musim hujan. Untuk itu menggunakan energi alteratif selain energi matahari merupakan suatu pilihan. Salah satu energi yang sangat efektif adalah pemanfaatan energi hasil pembakaran bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis bahan bakar (gas, minyak tanah dan kayu) terhadap mutu ikan kayu pada alat pengering tipe rak (tunner).
Mesin pengeringan merupakan salah satu mesin pengeringan pasca panen hasil pertanian timbul kerusakan pada bahan hasil pertanian karena masih tinggi kadar air bahan, sehingga belum memadai untuk disimpan. Pada penelitian ini dilakukan penelitian dengan alat pengering tipe rak (tunner) yang bagian-bagian alat pengeringnya terdiri dari, rang pembakaran, saluran penyalur udara panas, pengubah aliran, penyeragam kecepatan aliran dan pengarah awal. Alat pengcring ini diuji dengan menggunakan tiga jcnis bahan bakar yaitu minyak tanah. gas dan kayu. Pada proses pengeringan ini dilakukan dengan manggunakan alat pengering tipe rak dengan kapasitas alat sekitar 60 kg, parameter yang dianalisis adalah analisis kadar air, laju pengeringan, persentase rendemen, kapasitas kerja dan analisa finansial.
Berdasarkan hasil penelitian proses pengeringan yang dibutuhkan ikan untuk menjadi ikan kayu diantara ketiga jenis bahan bakar sama yaitu 8 jam, kadar air ikan kayu dengan menggunakan bahan bakar gas mendapat kadar air akhir paling rendah yaitu sebesar 11,45% scdangkan yang terendah dengan bahan bakar kayu yaitu 12,75%. Pada proses laju pengeringan didapat laju pcngeringan paling tinggi pada bahan bakar kayu yaitu sebesar 1,80% dan paling rendah pada bahan bakar gas yaitu sebesar 1,62%. Kapasitas kerja pada pengering ikan menghasilkan nilai yang sama yaitu sebesar 2,5 kg/jam. Suhu pengeringan ikan kayu berkisar antara 90'C. Total biaya pokok pengeringan keumamah dengan menggunakan bahan bakar gas adalah 193,95/kg, menggunakan bahan bakar minyak tanah 204,36/kg. dan bahan bakar kayu 235,6l/kg.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK