Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEKTIVITAS BIJI KELOR DAN AMPAS BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) SEBAGAI BAHAN KOAGULAN DAN DESINFEKTAN ALAMI PADA PENGOLAHAN AIR SUNGAI
Pengarang
Irmayanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505105010045
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia dan fungsinya tidak pernah dapat digantikan oleh senyawa yang lain. Air sungai biasanya diolah oleh pihak PDAM (Pcrusahaan Daerah Air Minum) dengan menggunakan beberapa jenis bahan kimia seperti bahan koagulan yang berupa tawas (A1(SO2)) dan bahan desinfektan yang berupa klorin dan kaporit. Bahan kimia tersebut selain harganya mahaI juga tidak mudah diperoleh terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Salah satu altematif yang tersedia secara lokal dan tumbuh dengan baik di kawasan Nanggroe Aceh Darussalam adalah penggunaan koagulan dan desinfektnn alami dari tanaman yang dapat diperoleh di sekitar kita yakni tanaman kelor (Moringa oleifera L.) atau lebih dikenal sebagai bak murong dalam bahasa Aceh. Tanaman ini mengandung senyawa aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate yang berfungsi sebagai bahan koagulan dan desinfektan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari
bahan alternatif pengganti tawas (Ah6S00)) dalam rangka meningkatkan kualitas air bersih di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Secara k.husus penelitian ini bertujunn untuk mempelajari keefektifan serbuk biji kelor dan ampas biji kelor (Moringa oleifera L.) sebagai bahan koagulan dan desinfektan alami pada pengolahan air sungai.
Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan empat kali ulangan, Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari 2 faktor, faktor variasi biji kelor (V) dan konsentrasi serbuk biji kelor dan serbuk ampas biji kelor (K). Faktor variasi biji kelor terdiri dari 2 taraf, yaitu serbuk biji kelor (V;) dan serbuk ampas biji kelor (V2), faktor konsentrasi serbuk biji kelor dan serbuk ampas biji kelor terdiri dari 3 taraf, yaitu 0,025% (K1), 0,05% (K3) dan 0,075% (K39). Analisis yang dilakukan terhadap air sungai, air olahan dan air setelah penyaringan meliputi nilai pH, wama, kekeruhan, kadar mangan (Mn), kadar besi (Fe), dan bakteri koli total.
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan terhadap variasi perlakuan biji kelor berpengaruh sangat nyata (P
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KOMPARASI PEMANFAATAN KOAGULAN KIMIA (ALUM, MAGNAFLOK) DAN BIJI KELOR (MORING OLEIFERA) TERHADAP PENYISIHAN KESADAHAN DAN DETERJEN DALAM PROSES PENGOLAHAN AIR (Irmayani, 2025)
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STANDARDISASI RESEP MORINGA KEBAB DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) (SHABRINA SHABHATI, 2021)
PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PEMBUATAN MIE BASAH (NADIA LARASATI, 2025)
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PELEPASAN ION KALSIUM SALURAN AKAR GIGI SETELAH DIPAPARKAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (SILVI SULISTINA, 2020)
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN LAMBAT DAN JENIS KOAGULAN TERHADAP TINGKAT KEJERNIHAN PADA PROSES PENGOLAHAN AIR SUNGAI (Mohd Ichsan Nasution, 2024)