<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141175">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN  PROFIL PANTAI  AKIBAT  KONSTRUKSI  SUBMERGED BREAKWATER (SUATU PENELITIAN  PROSES SEDIMENTASI  PANTAI DENGAN DUA VARIASI KEMIRINGAN PANTAI DAN TIGA VARIASI KEDALAMAN  AIR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuke Ratu Miranti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan      untuk melihat pengaruh kedalaman      air,      kemiringan pantai&#13;
dan  konstruksi  submerged breakwater   terhadap perubahan profil  pantai.  Latar belakang pemilihan submerged breakwater  adalah agar  dapat melindungi  pantai  dari   proses  sedimentasi  dan  akresi   dan   tetap   mempertahankan   pemandangan alamiah  pantai karena pada  umumnya breakwater menyembul  di  atas permukaan air.  Model  submerged breakwater yang  digunakan pada  penelitian  ini terbuat dari susunan  batu,  berbentuk trapesium dengan tinggi  21,3  cm,  kcmiringan  1 :2 untuk sisi depan  dan  1 : I  untuk  sisi belakang dari  arah datangnya gelombang. Rancangan percobaan pada  penelitian ini terdiri   dari  dua  variasi  kemiringan pantai  (i) yang dimodelkan  pada penelitian  ini yaitu   E : 10  dan  1:15 ,   dan  tiga  variasi  kedalaman air (d, yaitu  21,3  cm; 25,8  cm; dan  30 cm.  Skala model  yang digunakan adalah skala  model   tak  distorsi  dengan  skala   E:20.   Dalam   pelaksanaan  penelitian  ini dilakukan 2 macarn  pengukuran  terhadap model  profil  pantai,   yaitu   pengukuran profil   pantai   sebelum  dibangkitkan  gelombang  dan   pengukuran  profil   pantai setelah  dibangkitkan  gelombang  dengan  lama pembangkitan  gelombang  untuk  tiap  variasi  selama  5 menit.  Pada  penelitian  ini juga dapat diketahui sejauh mana persarnaan  Bruun   dapat  digunakan. Hasil   penelitian  ini  menunjukkkan  bahwa variasi  ketinggian air,  kemiringan pantai, dan  penempatan konstruksi  submerged&#13;
breakwater  akan   menghasilkan  profil   pantai    yang   berbeda.  Selanjutnya   dari penelitian ini juga didapat persamaan Bruun  pada model  pantai h = 0,141  96&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COASTAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BREAKWATERS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BEACH EROSION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.58</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141175</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-18 13:08:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-19 11:46:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>