MODIFIKASI DAN UJI PERFORMANSI ALAT PEMARUT SERBAGUNA MEKANIS TIPE SILINDER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MODIFIKASI DAN UJI PERFORMANSI ALAT PEMARUT SERBAGUNA MEKANIS TIPE SILINDER


Pengarang

Sri Agustina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605106010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

664.23

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemarutan ubi kayu sering dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut
kelapa yang biasa digunakan di pasaran dan pada saat dilakukan pemarutan harus dipegang dengan tangan. Cara pemarutan seperti ini sangat berbahaya karena semakin lama ubi kayu akan semakin kecil dan sedikit kelalaian saja dapat menyebabkan tangan akan terkena bagian mata parut. Mesin pemarut serbaguna ini adalah mesin yang memarut dengan menggunakan tenaga motor listrik untuk mengoperasikannya. Tujuan utama adalah untuk mempercepat proses pemarutan sehingga dapat menghemat waktu, tenaga kerja dan mengurangi kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodifikasi alat pemarut lengkuas menjadi alat pemarut serbaguna dan untuk menguji kinerja alat tersebut dengan bahan ubi kayu dan kelapa. Adapun modifikasi penelitian ini dibatasin pada 3 variasi mata pisau (cembung, bunga, dan paku), penekan hopper dan 2 variasi bahan (kelapa dan ubi kayu).
Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tiga mata parut yaitu mata parut cembung, mata parut bunga dan mata parut paku masing­ masing dilakukan tiga kali pengulangan. Sehingga jumlah perlakuan pada masing­ masing bahan diperoleh untuk ubi kayu 9 perlakuan dan untuk kelapa 9 perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pemarutan dari bahan kelapa
yang tertinggi didapat pada mata parut paku dengan kapasitas pemarut sebesar 47,42 kg/jam, sedangkan kapasitas pemarutan ubi kayu tertinggi diperoleh dengan mata parut paku sebesar 52,05 kg/jam. Hasil rendemen yang terrendah pada bahan kelapa sebesar 90,1 % pada mata parut cembung, sedangkan pada ubi kayu basil yang terendah diperoleh dengan mata parut cembung sebesar 87,4%. Hasil kehilangan yang paling minimal yaitu mata parut paku, pada kelapa sebesar 9.47% dan ubi kayu sebesar 6.11 %. Rendemen pada kelapa dan ubi kayu yang terendah terdapat pada mata parut cembung, dikarenakan banyak bahan yang menggumpal disetiap mata parut, sebingga basil parutan tersebut tidak terjatuh kedalam bak penampung. Persentase kehilangan hasil pada kelapa dan ubi kayu yang paling minimal terdapat pada mata parut paku, hal ini disebabkan pada mata parut paku berbentuk panjang, tidak ada lengkugan, sehingga sedikit bahan yang hilang ketika bahan selesai diparut. Berdasarkan basil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa penggunaan mata parut paku lebih bagus jika dibandingkan dengan mata parut cembung dan mata parut bunga. Hal ini dapat dibandingkan dari hasil semua perhitungan baik hasil kapaitas, persentase rendemen dan persentase kehilangan hasil.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK