RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA ALAT PENGGILING KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL TIPE MATA PISAU S SUMBER TENAGA MOTOR LISTRIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA ALAT PENGGILING KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL TIPE MATA PISAU S SUMBER TENAGA MOTOR LISTRIK


Pengarang

Asri Rahmana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051611816

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kunyit (Curcuma domestica Val)y sudah sejak lama dikenal masyarakat, baik sebagai bumbu masakan maupun sebagai bahan pembuatan jamu dan obat­ obatan. Peralatan mekanis berteknologi modern dibidang pertanian dapat meningkatan pendapatan ekonomi karena penerapan teknologi mekanis dalam bentuk mesin dan peralatan. Dikalangan petani sangat tepat untuk dikembangkan, agar mutu produksi dapat ditingkatkan sehingga dapat membawa sistem pertanian transisi ke sistem peralatan modern. Persyaratan dari teknologi tepat guna yang dimaksud adalah mudah dibuat, mudah dioperasikan, sederhana, praktis, efisien dan mudah diterima masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan uji kinerja alat penggiling kunyit tipe mata pisau S sumber tenaga motor listrik dengan mergunakan tiga kombinasi mata pisau. Bahan yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestic Val).
Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu pembuatan alat di bengkel las Simpang Surabaya Banda Aceh, pengujian kinerja alat ini dilaksanakan di Laborotorium Alat dan Mesin Pertanian. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - September 2006.
Mekanisme penggilingan kunyit ini dilakukan dengan memotoag secara berulang-ulang dengan arah horizontal. Setiap perlakuan untuk setiap masing­ - masing mata pisau diuji 3 kali dengan menggunakan pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yang diteliti yaitu banyak masukan bahan (A) dan banyak mata pisau (B). Faktor banyak masukan bahan terdiri dari 4 tahap yaitu: AI = banyak masukan bahan I kg, A2 = banyak masukan bahan 2 kg, A3 = banyak masuian bahan 3 kg dan A4 = banyak masukan bahan 4 kg, Sedangkan faktor mata pisau (B) terdiri dari 3 kombinasi mata yaitu: BI = Pemasangan I mata pisau, B2 = pemasangan 2 mata pisau dan B3 = pemasangan 3 mata pisau. Untuk tiap perlakuan kemudian dihitung waktunya dengan menggunakan Stopwatch. Setelah
selesai satu tahap penggilingan tabung dibersihkan dan dilakukan lagi proses tahapan berikutnya.
Kombinasi variasi pengumpanan dan mata pisau dit silkan kapasitas penggilingan terbesar pada variasi pengumpanan 4 kg dengan 3 mata pisau sebesar 282,14 kg/jam. Kapasitas penggilingan terbesar kedua pda kombinasi variasi pengumpanan 4 kg dengan 2 mata pisau scbesar 27943 kg/jam. selanjutnya kombinasi variasi pengumpanan ' kg dengan I mata pisau sebesar 278.21 kg/jam. Disini berarti dengan menggunakan tiga mata pisau maka kapasitas hasil penggilingan yang dihasilkan akan semakin tinggi. Berdasarkan kriteria suatu mesin penggilingan bahwa semakin tinggi kapasitas penggilingan semakin baik kinerja mesin tersebut.
Rendemen tertinggi didapat pada perlakuan menggunakan tiga mata pisau dimana besar rendemen yang dihasilkan adalah 99,7 % untuk pengumpanan I kg. 98,4 % untuk pengumpanan 2 kg, 99,4 % untuk pengumpanan 3 kg, dan 98,7 % untuk pengumpanan 4 kg. Penggilingan baik dilakukan dengen menggunakan tiga mata pisau karena pada kombinasi mata pisau tersebut memberikan nilai rendemen tertinggi. Tingginya rendemen yang dihasilkan menunjukan kondisi perlakuan yang terbaik.
Persentase kehilangan hasil adalah tingkat kehilangan hasil yang diperoleh dari hasil gilingan.Persentase kehilangan hasil sangat dipengaruhi sekali oleh jumlah kunyit yang dimasukkan kedalam tabung penggilingan. Pada hasil bahan gilingan I kg kunyit, persentase kehilangan pada masing-masing mata pisau penggiling sebesar 0.6 % ( 1 mata pisau), 0.5 % ( 2 mata pisau), 0.3 % ( 3 mata pisau). Dari persentase kehilangan hasil yang dihasilkan pada penelitian ini berbeda, ini disebabkan adanya perbedaan ukuran dari kunyit yang digiling. Lancarnya proses pada saat penggilingan menentukan mutu fisik dari kunyit, karena semakin lancar dalam proses gilingan maka semakin halus/baik ukuran kunyit.
Persentase kunyit yang tidak tergiling adalah banyaknya kunyit yang masih berupa bongkah-bongkahan kecil yang hasil gilingannya tidak halus. Lancarnya proses pada saat penggilingan menentukan banyak atau sedikitnya kunyit yang tergiling. Hal ini dapat dilihat pada hasil bahan gilingan I kg kunyit, persentase kehilangan pada masing-masing mata pisau penggiling sebesar 1 3.I % ( I mata pisau), 9.7 % ( 2 mata pisau). 9.5%( 3 mata pisau)
Persentase berat bersih hasil gilingan adalah tingkat kehalusan hail gilingan yang merupakan ukuran terbaik hasil gilingan. nilai dari persentase berat bersih hasil gilingan yang dihasilkan pada penelitian ini < 100 %. Hal ini menunjukan adanya perbedaan ukuran hasil gilingan kunyit dari proses penggilingan, Persentase berat bersih hasil gilingan yang diperoleh pada penelitian ini berkisar antara 81,9 % sampai 92,8 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK