<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141169">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN  PRINSIP THERMAL  PADA ALAT PENGERING  TIPE RAK UNTUK MENGERINGKAN  PINANG (ARECA CATECHU.L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dessy Nasrianty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pinang   (Areca  catechu  L.)   adalah  salah  satu  jenis   tanaman  perkebunan yang  sudah  lama dikenal  masyarakat luas, dan  merupakan  komoditas perkebunan yang   mempunyai   nilai   ekonomis    yang   cukup   penting   bagi   perekonomian Indonesia.   Tidak   saja   peranannya  sebagai   penyumbang  devisa,   namun  juga peranannya dalam penyerapan tenaga kerja yang  cukup  tinggi.&#13;
Teknologi pengeringan bahan  pertanian sebenarnya sederhana, yaitu hanya  memberikan tambahan  energi  dalam bentuk panas ke  produk untuk  menurunkan kandungan air dari  produk.  Sumber  panas  dapat  dipero leh secara alami dari  panas sinar  matahari  atau   dari   sumber   panas   buatan   (listrik,   kompor,  atau   sumber  lainnya).   Tujuan  dari   penelitian  ini  adalah  mengkaji   dan   menghitung  prinsip tennal pada  alat  pengering, pada  proses  pengeringan pinang  (Areca  catechu L.).&#13;
Peralatan  pengering  merupakan  sebuah  penukar  panas   kompak   yang menggunakan ragam   perpindahan  panas   terutama  perpindahan panas  konveksi sebagai  mayoritas modus  perpindahan panas  yang  terjadi. Peralatan  pengering ini terdiri   dari   beberapa  bagian   yaitu   ruang   pembakaran,  ruang  pengeringan,  rak pengering  dan cerobong.&#13;
Udara  yang  dihasilkan   dari   bahan  bakar pada  proses  pengeringan  naik kesaluran dara  dan masuk ke  dalam  rang pengering. Udara  yang  masuk  terjadi kontak  langsung  ke pennukaan plat.  Sehingga  pada  plat  terjadi proses  pertukaran energi   tennal  dan   perbedaan  temperatur  pada   plat.   Pengambilan   data   untuk mengetahui perpindahan panas konveksi pada  plat  diambil  pada   1H    bagian  dari alat  pengering yaitu  LI,  L2,  L3.  L4,  LS, dan  L6,  sedangkan plat  pada  rak  yaitu L7,  L8, L9,  L10, dan  LI 1. Dari  hasil  penelitian  laju  perpindahan panas  konveksi yang  didapat sebesar 406,39  W. Dari  hasil  perhitungan perpindahan panas  yang terjadi secara konduksi  pada  proses  pengeringan, pada  satu  medium  yaitu  pada rak  pengering.  Benda dalam  hal ini plat  yang  bersinggungan secara langsung pada bahan   yang   dikeringkan  yaitu   pinang.   Sehingga    terjadi   perpindahan  panas konduksi  dari   plat/rak   pengering   dengan  pinang   dan   laju   perpindahan panas konduksi  233,1 \V.&#13;
Pada  penelitian ini telah didapat kadar  air  awal  pinang  66, 7%.  penurunan kadar air  pinang  pada tiap-tiap jam  yang  relatif lambat.  Hal  ini  disebabkan pada awal    proses   pengeringan   perbedaan   temperatur  yang   rendah  antara   udara pengering dengan bahan  yang  dikeringkan, sehingga air yang  ada  di dalam  bahan tidak cepat  menguap. Disebabkan sirkulasi  udara kurang merata, suhu  yang  tidak stabi). Dari data pengeringan yang dilakukan, maka didapat kadar  air akhir  pinang dengan menggunakan bahan  bakar minyak  tanah adalah 5,04  %.  Kapasitas kerja alat   pengering  ini  adalah   0,375   kg/jam.   Sedangkan  efisiensi   pemanasan  alat pengering yang dihasilkan adalah 78,5 %.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <classification>631.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141169</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-18 12:54:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-20 10:10:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>