<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141157">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS DAN  KONSENTRASI BAHAN PENSTABIL TERHADAP MUTU ES KRIM SUSU  KEDELAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlie Widyastuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu bahan  makanan  yang cukup berpotensi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat adalah  es  krim.  Es krim adalah produk olahan  susu  yang dibuat melalui   proses  pembekuan   dan  pengadukan  (agitasi)   dengan prinsip membentuk rongga udara pada campuran bahan es krim (lemak susu, bahan padat bukan lemak, pemanis,  penstabil,  pengemulsi  dan  flavour)  sehingga dihasilkan   pengembangan volume es krim. Es krim mengandung bahan utama berupa  susu sebagai  sumber protein dan lemak, serta bahan padat susu bukan lemak (milk solid non fat)  sebagai sumber protein dan mineral, kuning telur dan gula sebagai sumber energi.&#13;
Susu kedelai dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif sumber susu dalam pembuatan es krim. Mutu es krim antara lain dipengaruhi  oleh  tekstumnya. Untuk memperoleh es krim dengan struktur kristal es yang halus dan  tekstur yang lembut maka perlu digunakan  bahan penstabil. Jenis bahan penstabil yang biasa digunakan dalam pembuatan es krim antara lain  yaitu agar-agar,  karagenan,  gum arab, sodium alginat,  carbooymethyl  cellulose  (CMC), dan  gelatin.  Dalam  penelitian  ini  bahan penstabil yang  digunakan   adalah  CMC  dan  gelatin  karena dapat   menghambat pembentukan kristal es, meningkatkan jumlah  air yang tidak  beku,  dan mencegah&#13;
.	pengendapan   bahan-bahan   terlarut.  Adapun   tujuan    penelitian   adalah   untuk mempelajari  pengaruh jenis  dan konsentrasi  bahan  penstabil      terhadap  mutu pembuatan  es krim dengan menggunakan susu kedelai  sebagai bahan pengganti lemak susu sapi.&#13;
Bahan yang digunakan adalah kacang kedelai, telur,  gula pasir, bubuk susu&#13;
skim,  vanili,  air,  CMC  dan  Gelatin.  Penelitian   ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang tediri atas 2 faktor dengan mengelompokkan ulangan sebagai kelompok.  Faktor pertama adalah jenis bahan penstabil (A) terdiri dari 2 taraf yaitu A1= CMC dan A2 = gelatin. Faktor yang kedua adalah konsentrasi bahan penstabil&#13;
yang digunakan(B), terdiri dari 4 taraf yaitu B1= 0,2%, B2 = 0,3%, B3 = 0,4%, B4=&#13;
0,5%. Setiap  perlakuan  diulang sebanyak 3  kali sehingga  terdapat  24 (dua puluh&#13;
empat) satuan percobaan. Parameter yang dimati dan dianalisis adalah nilai pH, kadar&#13;
protein,   kadar  lemak,  total  padatan, kestabilan   adonan  dan  uji  organoleptik  yang&#13;
meliputi rasa, aroma, dan tekstur.&#13;
Faktor jenis  bahan penstabil  (A) memberikan pengaruh yang  sangat  nyata&#13;
(Ps0,0I)  terhadap nilai pH,  total  padatan, kestabilan  adonan dan nilai organoleptik tekstur. Untuk kadar protein dan nilai organoleptik rasa, faktor jenis bahan penstabil (A)  memberikan pengaruh  nyata  (P0,05).  Faktor konsentrasi bahan penstabil (B) memberikan pengaruh yang sangat nyata (Ps0,0I) terhadap total padatan, kestabilan adonan, nilai  oraganoleptik rasa dan  tekstur. Terhadap nilai pH dan kadar protein faktor konsentrasi bahan penstabil (B) memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap  kadar lemak dan  nilai  organoleptik aroma.  Faktor  interaksi jenis  bahan dan  konsentrasi  bahan penstabil (AB) memberikan pengaruh yang sangat nyata (Ps0,0I) terhadap nilai pH, total  padatan, nilai  organoleptik rasa  dan  tekstur.  Memberikan  pengaruh  nyata (P&gt;0,05) terhadap kestabilan adonan, tapi memberikan  pengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap kadar protein, kadar lemak dan nilai organoleptik aroma. Pada penelitian ini dengan   menggunakan  metode   rangking diperoleh   perlakuan   terbaik  yaitu  pada perlakuan penambahan gelatin dengan konsentrasi 0,40 % (A2B3).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOYBEAN - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ICE CREAM - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>637.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-18 12:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-20 10:33:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>