PENGARUH KONSENTRASI ALKOHOL DAN GLISERIN PADA PRODUKSI SABUN TRANSPARAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI ALKOHOL DAN GLISERIN PADA PRODUKSI SABUN TRANSPARAN


Pengarang

Syarifah Ida Fatwa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405105010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

665.355

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sabun rnerupakan produk perawatan diri yang berfungsi sebagai pembersih tubuh yang digunakan sehari-hari. Berdasarkan jenisnya, sabun dibedakan atas tiga macam, yaitu sabun opaque, sabun translucent dan sabun transparan. Sabun transparan merupakan sabun yang mempunyai penampakan visual yang transparan, berwarna jerih dan permukaannya mengkilap. Minyak atau lemak yang dapat digunakan pada formulasi sabun transparan adalah minyak kelapa (Virgin Cococnut Qi/NCO), minyak zaitun, minyak inti sawit, lemak sapi (tallow), dan minyak jarak yang memberikan efek transparan dan plastis. Sabun transparan dari VCO merupakan sabun mandi alami yang kaya dengan Vitamin A dan E yang berfungsi menghambat proses penuaan kulit, melindungi kerusakan kulit dan menjaga kulit agar awet muda sehingga lembut dan halus.
Untuk membentuk struktur transparan pada sabun maka dalam formulasi sabun transparan ditambahkan beberapa bahan seperti alkohol, gliserin dan sukrosa serta transparent agent lainnya. Sabun transparan dibuat dengan menggunakan alkohol (etanol) yaitu dengan melarutkan sabun dasar (basis sabun) dalam 20%- 50%jumJah alkohol 96%. Kemudian ditambah gliserin (5%-25%) dan larutan sukrosa (10%- 25%).
Gliserin merupakan produk sarnping dari reaksi hidrolisis antara minyak nabati dengan air untuk menghasilkan asam lemak. Gliserin dalam sabun berfungsi sebagai hwnektan yang dapat melembabkan kulit. Gliserin juga dapat menghambat perkembangan serabut-serabut kristal yang dapat menyebabkan sabun menjadi opaque.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan sabun transparan dengan menggunakan alkohol dan gliserin, mendapatkan konsentrasi alkohol dan gliserin terbaik pada formulasi sabun transparan dan mengetahui penerimaan konswnen terhadap formulasi sabun transparan yang dihasilkan.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang diperoleh dari industri VCO di Lhokseumawe dan alkohol teknis serta gliserin yang diperoleh dari toko bahan kimia di Medan serta beberapa bahan tambahan seperti sukrosa, NaOH, asam sitrat, garam, polietilen glikol dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor.
Faktor I adalah variasi konsentrasi alkohol yang terdiri dari tiga tafar yaitu: A I = 65%, A2 = 80% dan A3 = 96% dari keseluruhan jumlah bahan. Faktor II adalah variasi konsentrasi gliserin yang terdiri dari empat taraf yaitu: G1 = 10 %, G, = 15%, G, = 20% dan G, = 25% dari seluruh jumlah bahan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis
sidik ragam danjika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan.
Parameter yang diamati dan dianalisis pada sabun transparan meliputi rendemen, kadar air dan zat menguap, jumlah asam lemak, bagian tak larut da1am alkohol dan alkali bebas serta uji hedonik (organoleptik) pada wama, transparansi, banyaknya busa, kemudahan bilas, kesan bersih, dan kesan lembut.
Hasil analisis terhadap rendemen dan mutu sabun transparan yang dihasilkan menunjukkan kisaran: rendemen 87,1-96,3%, kadar air dan zat menguap 14,6-23,6%, jumlah asam lemak 68,14-72,23 %, bagian tak larut dalam alkohol 1,3-2,42%, dan alkali bebas 0,016-0,051%. Hasil ana1isis untuk uji organoleptik menunjukkan kisaran: warna
2,9-4,9 (antara tidak suka hingga sangat suka), transparansi 2,75-4,85 (antara biasa hingga sangat suka), banyaknya busa 3,25-4,25 (antara biasa hingga suka), kemudahan bilas 3,3­ 3,85 (antara biasa hingga suka), kesan bersih 4,10-4,50 (antara suka hingga sangat suka) dan kesan lembut 3,25-3,85 (antara biasa hingga suka).
Hasil analisis sidik ragam (=0,05) menunjukkan variasi konscntrasi alkohol berpengaruh nyata terhadap kadar air, jumlah asam lcmak dan organoleptik transparansi. Variasi konsentrasi gliserin berpengaruh nyata terhadap organoleplik transparansi dan kesan lembut.
Berdasarkan penilaian dari hasil analisis yang paling mendekati dengan persyaratan mutu SNI, konsentrasi alkohol 80% dan gliserin 20% merupakan perlakuan terbaik untuk pembuatan sabun traosparan sabun mandi, yaitu kadar air 16,34%danjwnlah asam lemak 71,34%, bagian tak larut dalam alkohol 1,54% dan alkali bebas 0,034%. Berdasarkan uji
kesukaan pada sabun tranpsran, sabun yang paling banyak mendapatkan respon tertinggi dari konsumen adalah sabun transparan dengan perlakuan konsentrasi alkohol 80 % dan gliserin 20%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK