Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POTENSI BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN
Pengarang
Andhiyanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0105105010005
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Biji pinang (Areca catechu L.) adalah sejenis tanamnan palem-paleman yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Biji pinang dapat dimanfaatkan menjadi antiok sidan alami dengan cara mengekstrak biji pinang. Disamping itu antioksid ekstrak biji pinang bermanfaat untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi pada bahan pangan sehingga tidak mengakibatkan ketengikan. Salah satu faktor yang penting untuk dimiliki oleh antioksi dan alami yang akan digunakan secara komerial adalah mempunyai aktivitas antioksidan pada suhu tinggi karena hamper semua pengolahan pangan yang dilakukan membutuhkan suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivita penangkapan radikal bebas dengan metode DPPH (I,I-dipneny1-2-picry lhydrazyl), mengetahui daya reduksi dari ekstrak biji pinang pada berbagai konsentrsi dan mengetahuti pengaruh suhu terhadap stabilits antioksidifnya. Penelitian terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama dan tahap kedua. Tahap pertama ada dua faktor yang dikaji, yaitu faktor jenis pelarut ekstrak (EI = ekstrak dari metanol dan E2 =ekstrak dari aseton) dan konsentrai ekstrak (KI =25 ppm, K2=50 ppm, K3 =75 ppm dan K4= 100 ppm), ada 8 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 24 satuan percobaan. Tahap kedua ada 2 faktor yang dikaji, yaitu faktor variasi suhu (SI = suhu ruang, S2 =100°C dan S3 = 140°C) dan varisi waktu (w1= 0 menit, W2=15 menit, W3 =30 menit dan W4= 45 memit, ada 12 perlakuan dengan 3 laki ulangan menghasilkan 36 satuan percobaan. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu dan kadar lemak, uji aktivitas penangkapan radikal bebas dengan metode DPPH (I,I-diphenyl-2picrylhydrazyI, uji daya reduksi serta biji stabilitas panas elstrak biji pinang terhadap aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis proksimat yang diperoleh oleh ekstrak biji pinang yaitu kadar air sebesar 6,2% kadar abu sebear 78 % 225 dan kadar lemak sebesar 2.25 %. Rendemen ekstrak biji pinang di ekstraksi metanol sebesar 76,6 % dan ekstraksi metano sebesar 7.5%. Total fenol ekstrak biji pinang dari pelarut metanol sebear 41,9513 % dan pelarut metanol sebesar 34,4083%. Aktivitas antioksidan dari ekstrak biji pinang dapat diketahui dengan penamhan DPPH (I,I-diphenyl-2-picrylhrydrazyI). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji pinang maka semakin tinggi ekstrak biji pinang menangkap radikal bebas. Apabila dibandingkan dengan BHT dan a-tokoferol, altivitas antioksidan BHT lebih baik dibandingkan dengan elstrak biji pinang akan tetapi altivitas antioksidan elstrak biji pinang lebih baik dibandingkn a-tokoferol. Hal ini jelas terlihat pad konsentrei 7$ ppm, antiol side BHT cbear 80% den a-tokoferol ebesat 7$ %sdangkan ckstrak biji pinang sbea 7$,167 %. Altivitas antiok sid BHT da a-toloferol digunakan sebagai kontrol positif yang diperoleh untuk melihat apakah prosedur pengujian berlangsung baik. Penambahan logam Fe pada uji daya reduksi berfungsi untuk mengetahui seberapa besar ekstrak biji pinang menangkap radial bebas. Logam Fe merupakan logan yang paling berperan dalam perusahaan minyak dan penyebab ketengikan pada bahan pangan yang berlemak. Ekstrak biji pinang dari pelarut metanol menghasilkan daya reduksi yang tinggi bila dibandingkan dengan ekstrak biji pinang dari pelarut aseton karena senyawa metanol berifat polar, sehingga semakin polar suatu pelarut dari maka semakin kuat daya reduksinya. Hal ini diduga, sifat pelarut sangat menentukan kuatnya penangkapan daya reduksi. Pemanasan ekstrak biji pinang berpengaruh nyata terhadap penuranan aktivitas auntioksidaaya. Elstrak biji pinang pad suhu 140°C dalarn waktu 30 menit masih bisa menangkap radikal bebas, akan tetapi pada waktu 45 menit aktivita atiokidanya menurun. Hal ini berati bahwa pada suhu 140 C dalam waktu 4S menit elstrak biji pinang sudah rusak. Begitu juga pada suhu ruang dalak waktu 0 menit, aktivitas antioksidan tidak bekerja. Hal ini diduga bahwa aktivitas antioksidan ekstrak biji pinang bisa bekerja apabila ada pemanasan dan akan berhenti aktivitasnya pada suhu tinggi dalam waktu yang lama Ekstrak biji pinag dengan hasil yang terbaik diperoleh dari jenis pelarut metanol dengan konsentrasi 7S ppm. Ekstrak biji pinang yang mengalami pemanasan stabil pada suhu 100°C dalam waktu 0 menit sampai 45 menit yang dapat dilihat dari aktivitas antioksidasinya bila dibandingkan dengan aktivita antioksidan pada suhu ruang dalam waktu 0 menit dan suhu 140°C dalam waktu 45 menit
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH EKSTRAK BIJI PINANG (ARECA CATECHU) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALHICANS (Nora Arnela, 2023)
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI (Ressy Permatasari, 2023)
STUDI ETNOBOTANI TANAMAN PINANG (ARECA CATECHU L) DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Nurjalia, 2017)
DESAIN SISTEM SORTASI BIJI PINANG BERKUALITAS, DENGAN KAMERA THERMAL BERBASIS INTERNET OF THINGS (AL FADHIL, 2023)
STUDI ANTIBIOFILM SENYAWA BIOAKTIF BIJI PINANG (ARECA CATECHU L.) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS MELALUI PENDEKATAN IN SILICO (Abrar Nopan Lubis, 2026)