ANALISA PENYELESAIAN MASALAH KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE RESBAK (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DPRK PIDIE JAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA PENYELESAIAN MASALAH KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN METODE RESBAK (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DPRK PIDIE JAYA)


Pengarang

Astri Lestari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101020013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

692.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Setiap proyek konstruksi dalam pembuatan rencana pelaksanaan proyek selalu mengacu pada perkiraan saat rencana tersebut dibuat, hal tersebut dapat memungkinkan terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan dengan perencanaan yang telah dibuat dan dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi mengakibatkan kerugian pada pihak pengelola proyek yaitu pemilik proyek, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap penyebab keterlambatan yang bertujuan untuk mengetahui penyebab utama terjadinya keterlambatan pada proyck konstruksi dan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut dengan metode RESBAK, sehingga pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan gedung DPRK Pidie Jaya. Gedung tersebut akan dibangun tiga lantai yang waktu pelaksanaanya 720 hari, dari Tahun Anggaran 2009, 2010 dan 2011 dimulai pada tanggal 08 Desember 2009 hingga 08 Desember 2011 , dengan sistem kontrak multi years. Data yang diperlukan dalam penulisan ini yaitu data primer berupa pengamatan pelaksanaan pembangunan Gedung DPRK Pidie Jaya, dan konsultasi/wawancara terhadap pihak proyek yaitu, pemimpin proyek, konsultan pengawas dan kontraktor pclaksana dengan menanyakan beberapa pertanyaan tentang penyebab terjadinya keterlambatan pada proyek konstruksi. Untuk data sekunder yaitu, dokumen kontrak, jadwal pelaksanaan pekerjaan, perhitungan kubikasi timbunan, perhitungan perubahan kolom, daftar peralatan utama Dari data yang didapat diolah dengan metode RESBAK. Berdasarkan hasil bobot terbesar yaitu 120 dari metode RESBAK untuk alternatif masalah didapat penyebab utama masalah keterlambatan pada pelaksanaan proyek pembangunan Gedung DPRK Pidie Jaya adalah koordinasi sesama pengelola proyek kurang berjalan. Agar masalah kcterlambatan pada proyek pembangunan Gedung DPRK Pidie Jaya dapat teratasi, dari hasil bobot RESBAK alternatif sasaran terbesar 120 yaitu perlu adanya koordinasi yang lancar antara scsarna pengelola proyek dilanjutkan dengan membuat revisi program yang didapat dari hasil RES BAK alternatif solusi terbcsar dengan bobot 200.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK