<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14109">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR OBSTRUKSI SALURAN NAFAS ATAS TERHADAP FAKTOR RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) DI POLIKLINIK THT RSUDD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>muhammad iskandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan salah satu bentuk gangguan nafas pada saat  tidur yang paling sering dijumpai baik di Dunia maupun di Indonesia. OSA memiliki keterkaitan dengan kejadiaan obstruksi saluran nafas atas (OSNA), sehingga perlu perhatian lebih dalam hal penegakan diagnosis dan penanganannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai apakah terdapat hubungan faktor penyebab OSNA terhadap faktor risiko OSA di poliklinik THT RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 pasien OSNA dengan umur 20-55 tahun, dimana setiap pasien terbagi menjadi 5 jenis penyakit, yaitu 15 pasien menderita polip nasi, 15 pasien menderita tonsilitis, 15 pasien menderita septum deviasi, 15 pasien menderita rinitis alergi, 15 pasien rhinosinusitis. Penelitian ini dilakukan dengan cara non probablity sampling  menggunakan teknik accidental sampling. Hasil dianalisa menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 sampel penelitian mayoritas pasien berusia 21-30 tahun (48.0%), hasil lain yang didapatkan dari penelitian ini adalah responden OSNA yang memiliki risiko OSA tinggi terjadi pada responden yang memiliki nilai IMT pada kategori normoweight (37.3%). Pada penelitian ini didapatkan penderita OSNA yang berisiko tinggi OSA adalah perempuan (58.7%). Persentase kelompok yang menderita polip nasi diketahui memiliki risiko tinggi OSA yakni sebesar 26,8% dan kelompok yang menderita rinosinusitis memiliki risiko rendah OSA yakni sebesar 32,4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara OSNA dengan risiko OSA (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>SLEEP APNEA SYNDROMES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RESPIRATORY SYSTEM - DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>616.209</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14109</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-06-08 14:17:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-06-10 10:46:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>