<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="141015">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PENGENDALI UNTUK SISTEM REAKTOR BATCH POLIMERISASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haris Mirza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dari   hasil  simulasi   secara  lingkar   terbuka   dapat  diketahui bahwa   proses  yang berlangsung dalam reaktor batch berkarakter tidak linier.  Hal ini  dilcarenal.an realsi berjalan  pada keadaan tidak tunak, sehingga  proses berlangsung tidak stabil. Untuk mengendalikan   reaksi   tersebut,  diperlukan   suatu   jenis  pengendali   yang   dapat menghasilk.an   suatu    proses    yang    lebih    baik.   Berdasark.an   hasil    penetitian, penggunaan  pengendali temperatur  dengan  temperatur  set point 92,5 C terbukti efekxtif pada proses reaksi polimerisasi. Pertama-tama dicoba penggunaan  pengendali PI konvensional, dengan pengaturan  harga A, dan T yang konstan  secara rial dan error  pada  persamaan modelnya. Akhirnya didapatlan harga AT, (0,5,  S)  dengan respons proses yang masih  terdapat  penyimpangan dani harga set point-nya. Hal ini karenakan  harga integral absolute error  (lAE)  cukup   besar yaitu  1653,7. Maka alternatif selanjutnya yaitu  dengan penggunaan  pengendafi PI adapuif dimana harga­ harga  parameter A, dan T yang terskedulkan  yaitu   AT,  (1,  5;   1,5,  5;  2,  5), kemudian  dimasukkan   kedalam  persamaan  model  pengendali  PI  dan dilakukan  pengujian secara  trial dan error, Sehingga didapatkan  respons proses yang lebih baik  dari  yang  konvensional  dengan harga  IAE   yang  lebih   kecil  dibandingkan dengan yang konvensional yaitu 1046,9, Hel  ini  berarti penyimpangan dari nilai  set point tidal  begitu besar dan sekaligus  menunjukkan kinerja  proses yang  lebih baik.&#13;
&#13;
Kata kunci    :  reaktor batch, pengendahan proses, pengendali  temperatur, pengendali&#13;
                        proportional, pengendali adaptif&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>141015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-15 13:59:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-15 13:59:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>