<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="140999">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LOAD FACTOR DAN HEADWAY DALAM PENENTUAN JUMLAH  ARMADA  ANGKUTAN UMUM MOBIL PENUMPANG OPTIMAL  (STUDI KASUS RUTE KOTA BANDA ACEH - DARUSSALAM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulia Prihartini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Angkutan umum sebagai  elemen dari sistem transportasi harus mampu memenuhi kebutuhan  manusia di&#13;
suatu  wilayah.  Bervariasinya  kebutuhan  akan  angkutan  umum dan kepentingan yang  bertolak  belakang dari  penumpang,  operator   dan  pemerintah  sangat   berpengaruh   terhadap  jumlah  armada  yang   harus disediakan.  Rute  Kota  Banda  Aceh  menuju   Darussalam  dilayani  oleh  angkutan  umum  bus  mini yang biasanya  disebut labi-labi dengan  kapasitas  13  tempat  duduk. Secara  visual banyaknya jumlah angkutan umum  labi-labi yang  beroperasi  tidak  sesuai  dengan  banyaknya jumlah penumpang angkutan umum  labi­ labi tersebut,  sehingga  mangakibatkan rendahnya angka  load factor.  Penelitian  ini  bertujuan    untuk mengetahui pengaruh    loadfactor dan headway dalam     penentuan jumlah labi-labi yang    optimal untuk rute Kota Banda Aceh-Darussalam.  Pengamatan dilakukan selama  3 hari yaitu  pada  hari  Senin,  Kamis  dan Jum'at di minggu   ketiga pada bulan  April  2009.  Pengambilan data  dilakukan dengan cara mencatat data yang  diperlukan secara  langsung dengan   menaiki  angkutan   umum  yang  diamati  (on  bus survey) untuk mendapatkan datajumlah penumpang  serta  data  waktu  dan jarak  tempuh,  sedangkan untuk data  headway pengambilan data   langsung  di jalan  Cut  Mutia  tepatnya 30  m dari  terminal  Keudah.  Data  hasil  survey diolah  untuk  mengetahui sejauh mana  pengaruh  loadfactor dan  headway terhadap jumlah  armada  yang  ada.  Dari  hasil pengolahan data  diperoleh  waktu  tempuh  labi-labi 29,67  menit/rit atau  0,49 jam/rit dengan jarak  8,250  km,  load factor rata-rata   sepanjang rute  45,10%, dan  headway rata-rata  labi-labi   81 detik dengan  jumlah   labi-labi  rata-rata 44  unit/jam.  Nilai  loadfactor yang  dihasilkan  dari  penelitian  ini tidak sesuai  dengan standar Anonim  (1993) yaitu  70%,  headway rata-rata dan jumlah  labi-labi rata-rata per jam juga tidak sesuai  dengan   Anonim  (2002) yaitu  headway ideal  sebesar  5-10  menit  atau  headway super puncak  sebesar 2-5 menit.  Dari  eksisting 44  unit/jam yang  dihasilkan  pada penelitian  hanya  13  unit /jam yang   dibutuhkan  agar   dapat mencapai load factor  standar yaitu   sebesar   70%  dengan  headway 4,7 menit/unit.   Pada  jam   puncak dihasilkan load factor sebesar  52,24%,   41,33% pada  jam  tidak  puncak. Pengurangan armada dari jumlah   eksisting agar  angka  loadfactor mencapai  70% dapat   dilakukan,  tetapi pada  kenyataannya permintaan  pengguna jasa  angkutan umum  labi-labi  tidak  selalu  sama  setiap waktu, oleh  karena itu   untuk   melakukan  pengurangan  jumlah  armada   labi-labi  yang  beroperasi  setiap jamnya perlu  dipertimbangkan kembali  terhadap permintaan   konsumen   yang  bervariasi  setiap  waktunya. Load factor yang  rendah  akibat  pertumbuhan kendaraan pribadi  yang  semakin  meningkat juga dipengaruhi oleh kualitas  pelayanan dari  angkutan umum  itu  sendiri.   Pelayanan yang  jauh dari  ketidakpuasan pengguna angkutan    umum   (konsumen) juga   menjadi    hal   utama   yang    menyebabkan   banyak  orang   beralih menggunakan kendaraan  pribadi.  Dengan  demikian,  rendahnya angka  loadfactor, tingginya pertumbuhan kendaraan pribadi  muncul  akibat  pelayanan yang  kurang memuaskan  dari  angkutan  umum   itu sendiri. Untuk   itu  perlu   adanya  peningkatan   pelayanan  terhadap  penguna   angkutan   umum,  sehingga dapat menarik  minat  masyarakat untuk  kembali  menggunakan angkutan  umum  dalam  melakukan  aktivitasnya sehari-hari.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TRANSPORTATION ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>629.04</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>140999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-11-15 11:29:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-11-15 11:57:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>